Konten dari Pengguna

Cara Move On agar Hamil Lagi Setelah Kasus Janin Mati dalam Kandungan

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengalami kematian janin dalam kandungan atau IUFD (Intra Uterine Fetal Death) di kehamilan pertama tidak lantas membuat saya terpuruk dalam kesedihan terus menerus. Keinginan yang besar untuk memiliki anak dan segera hamil lagi membuat saya harus segera move on. Jarak waktu 3 bulan saya rasa cukup untuk membuat saya tenang dan siap untuk hamil lagi. Tuhan Maha Baik, sesuai dengan apa yang saya rencanakan, saya hamil lagi hanya selang waktu 3 bulan setelah kematian janin pertama saya. Apa saja yang saya lakukan selama 3 bulan untuk bisa move on?

  1. Mengikhlaskan dan MemaafkanMengikhlaskan segala sesuatu yang Tuhan berikan, percaya bahwa semua yang ada di dunia ini hanya titipan Tuhan. Dengan kita ikhlas dan bisa memaafkan, kita akan berusaha untuk tidak menyalahkan siapa pun atas musibah yang terjadi termasuk diri kita sendiri. 
  1. LiburanLiburan berdua bersama suami dapat menenangkan pikiran kita dan melupakan kejadian yang lalu, sekalian honeymoon lagi.
  1. Lebih Intim dan Dekat dengan SuamiKita dengan pasangan harus saling menguatkan atas musibah yang terjadi, buatlah hubungan kita dengan pasangan semakin dekat dan intim. Ciptakan suasana romantis seperti kita baru pertama kali menikah.
  1. OlahragaOlahraga konon dapat meningkatkan kesuburan dan kemungkinan untuk bisa cepat hamil lagi. 40 hari setelah dikuret, saya memutuskan untuk ikut kelas yoga.
  1. Lebih Sering Berhubungan IntimTidak akan hamil jika tidak melakukan hubungan intim. Melakukan hubungan intim yang lebih sering dengan suami, memperbesar kemungkinan kita agar cepat hamil dan memiliki anak. 

Semoga bermanfaat.

By: Fitri Amalia Azzahra

Copyright by Babyologist