Konten dari Pengguna

Cara Penggunaan Diafragma

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara Penggunaan Diafragma
zoom-in-whitePerbesar

Diafragma merupakan salah satu alat kontrasepsi non hormonal yang biasa digunakan oleh wanita. Bentuk dari diafragma sendiri adalah seperti mangkuk dangkal dan memiliki tekstur lunak yang terbuat dari lateks atau silikon.

Diafragma berfungsi untuk mencegah sperma masuk ke dalam rahim dan melakukan pembuahan. Namun Anda tidak cukup dengan menggunakan diafragma saja, karena sebaiknya diberi tambahan gel pembunuh sperma (spermisida). Jika penggunaannya benar, maka tingkat keberhasilannya bisa mencapai 95%.

Cara Penggunaan Diafragma

Bersihkan tangan dengan airSebelum menyentuh diafragma, pastikan bahwa tangan Anda dalam kondisi bersih agar terhindar dari bakteri.

Cuci tangan menggunakan sabun dan air hangat

Buang air kecil sebelum cuci tangan jika diperlukan

Disarankan Anda juga membilas diafragma

Periksa diafragmaPeriksa bagian diafragma untuk memastikan tidak ada yang robek.

Angkat diafragma pada bagian yang terang

Regangkan seluruh bagian diafragma perlahan dan pastikan tidak ada yang robek

Atau Anda juga bisa menuangkan air ke dalamnya untuk memastikan tidak ada yang robek

Masukkan krim spermisida ke dalam diafragmaUntuk memaksimalkan efektivitasnya, tuangkan gel spermisida pada sebagian ruang diafragma.

Tuangkan sekitar 1 sendok teh dan rapatkan ke ujung mangkuk diafragma

Ikuti panduan pada spermisida, karena setiap merek biasanya berbeda

Cari posisi yang nyaman untuk memasukkan diafragmaPosisikan tubuh sehingga bisa memudahkan Anda untuk memasukkan diafragma.

Setelah menemukan posisi yang nyaman, cari lubang serviks

Lubang serviks terdapat pada ujung vagina dan masukan diafragma perlahan

Masukkan diafragma paling lama 6 jam sebelum melakukan hubungan intimTekan diafragma menggunakan jari dan posisikan mangkuk yang terdapat spermisida mengarah ke vagina.

Buka bagian bibir vulva, kemudian dorong diafragma masuk ke dalam vagina hingga mencapai dinding rahim (serviks)

Pastikan agar ujung diafragma berada tepat di bawah tulang kemaluan agar dapat menutupi seluruh bagian dinding rahim

Jika diafragma kebesaran atau kekecilan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diafragma yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Apa pun bentuk kontrasepsinya, sebaiknya gunakan dengan prosedur yang benar agar efektivitasnya maksimal.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor