kumparan
17 Agustus 2018 15:10

Cara Relaktasi dengan Pompa ASI

Salah satu masalah saat masa menyusui adalah relaktasi dengan pompa ASI. Hal ini kerap dilakukan oleh para Moms yang sudah lama berhenti menyusui kemudian ingin mengembalikan fungsi ASI kepada si Kecil. Hal tersebut menag cukup sulit. Kesabaran dan ketlatenan sangat dibutuhkan. Pompa menjadi alternatif untuk mengembalikan fungsi ASI. Teknik ini dikenal dengan Exclusive Pumping atau EP. Berikut cara melakukan relaktasi dengan pompa ASI.
ADVERTISEMENT
Peralatan EP yang Baik dan Banyak
Ketika Moms sedang merawat si Kecil tidak akan punya banyak waktu untuk bersih-bersih breast pump setiap waktu. Apa lagi proses relaktasi dengan pompa ASI ini harus dilakukan dengan frekuensi yang banyak agar cepat keluar air susunya. Pastikan Moms punya backup breast pump di rumah.
Olesi Puting Dengan ASI atau Minyak Kelapa
Setelah tetesan ASI berhasil keluar, Moms bisa mengoleskannya ke area puting untuk merangsang payudara agar bisa memproduksi lebih banyak. Hal ini juga bisa membuat puting jadi lebih sehat dan tidak mudah terkena iritasi. Jika ASI belum berhasil keluar, Moms bisa memulainya dengan minyak kelapa agar proses memompa jauh lebih nyaman dan tidak sakit.
ADVERTISEMENT
Pompa dengan Durasi dan Frekuensi yang Tepat
Di awal relaktasi, disarankan memompa payudara setidaknya selama 20 menit setiap 2 jam. Semakin sering Moms melakukan hal tersebut, semakin cepat produksi susu keluar. Jika perlu, pijit-pijit area payudara dan puting.
Selain dilakukan dengan memompa, pastikan Moms juga melakukan perlekatan ke mulut bayi. Ini bisa merangsang produksi hormon prolaktin lebih cepat. Meskipun air susu tidak keluar, lakukan hal ini selama 15-30 menit dengan bayi. Di malam hari pun sebisa mungkin Moms lebih banyak menghabiskan waktu dengan si Kecil agar hormon yang mempengaruhi produksi air susu meningkat.
Tetap Percaya Diri
Melakukan relaktasi memang membuat Moms membutuhkan tenaga lebih. Karena itu, dibuthkan rasa percaya diri dari Moms sendiri. Semakin lama Moms berhenti menyusui, maka semakin butuh kesabaran prosesnya.
ADVERTISEMENT
 
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist Editor. 
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan