Cara Sederhana Mencegah/Menangani Ruam Air Liur

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kulit bayi sangat sensitif. Berbagai macam ruam dapat timbul di sejumlah area, terutama area wajah dan bokong. Ruam popok telah menjadi isu yang sangat familier, sehingga banyak produk telah diciptakan untuk mengatasi ruam ini, yang pada umumnya disebabkan oleh gesekan dari popok sekali pakai dan iritasi kulit akibat lembap atau terlalu lama bersentuhan dengan kotoran.
Di sisi lain, wajah adalah bagian tubuh yang paling sering dibersihkan, namun tak kalah sensitif. Ruam wajah ada beberapa macam, beberapa di antaranya adalah ruam susu dan ruam air liur. Kebetulan anak saya sangat berliur, sejak kira-kira umur 4 bulan hingga hampir 11 bulan. Kondisi ini menyebabkan timbulnya ruam di sekitar mulutnya, dan kulitnya menjadi cenderung kasar dan merah.
Tips Menangani Ruam Air Liur
Utamakan menggunakan air matang di area wajah bayi/anakDalam membersihkan bagian tubuh bayi, disarankan menggunakan kapas dan air matang ketimbang tisu basah (walaupun tidak berparfum). Tidak hanya untuk bagian bokong, kapas dan air matang juga lebih baik digunakan untuk membersihkan sisa-sisa susu atau air liur yang menempel di sekitar mulut. Ketika anak sudah mulai MPASI, saya masih tetap menggunakan tisu/waslap dan air matang untuk membersihkan sisa makanan di sekitar mulut dan leher ketimbang menggunakan tisu basah. Beberapa kali saya coba menggunakan tisu basah, biasanya kulitnya akan merah. Maka saya simpulkan lebih baik menggunakan air matang.
Gunakan tatakan air liur yang bisa menyerapPastikan tatakan air liur yang anak gunakan mampu menyerap cairan dan tidak hanya menahan saja. Anak saya bisa menggunakan 8-10 tatakan air liur dalam sehari dalam kondisi tatakan air liur itu benar-benar basah. Maka pastikan tatakan air liur tersebut berbahan katun dan dapat menyerap dengan baik, serta tidak menggunakan sablon gambar/tulisan yang dapat terkelupas (dikhawatirkan akan termakan oleh anak).
Pakaikan produk krim wajah yang amanHindari produk yang terlalu wangi dan terlalu cair. Pilihlah produk yang kelembapannya baik, tidak terlalu lengket/cair, tetapi mudah menyerap pada kulit. Beberapa produk sudah saya coba gunakan, dan di antaranya yang paling efektif adalah Sebamed Protective Facial Cream, namun harganya tergolong mahal. Untuk obat lainnya, saya menggunakan salep Mefurosan, yang dipakaikan maksimal sekali dalam sehari. Salep ini sangat efektif karena ruamnya bisa cepat menghilang dan tidak menimbulkan efek samping. Namun, penggunaan obat ini saya sarankan tetap melalui konsultasi DSA terlebih dahulu dan tidak langsung dipakaikan tanpa anjuran dan pengawasan dokter. Hati-hati untuk salep yang mengandung zat hidrokortison, walaupun efeknya terlihat cepat dalam menyembuhkan, namun dapat menimbulkan efek samping yaitu perubahan warna kulit (tergantung kondisi setiap anak).
Hindari barang-barang berbahan buluTidak semua bayi/anak mampu berhadapan dengan bahan berbulu. Bahan berbulu yang tidak dijaga kebersihannya secara disiplin dapat menimbulkan debu dan membuat anak lebih rawan terkena alergi atau ruam. Selain itu, dapat memicu pilek dan batuk. Kendati bahan berbulu terasa hangat dan nyaman, namun disarankan lebih baik menggunakan produk berbahan katun atau kain yang tidak menyimpan debu.
Pastikan area wajah bayi/anak selalu bersihKetika kita menyadari bahwa kulit wajah anak sangat sensitif, maka sudah menjadi tanggung jawab kita sebagai orang tua atau siapa pun yang mengasuh untuk selalu memperhatikan kebersihan anak, terutama bagian tubuh yang sensitif, salah satunya wajah. Pastikan orang dewasa selalu mencuci tangan sebelum menyentuh wajah anak serta membersihkan wajah anak. Jangan biarkan sembarang orang menyentuh wajah anak (karena tidak semua orang menyadari pentingnya menjaga kebersihan diri sendiri jika berhadapan/melakukan kontak langsung dengan bayi atau anak-anak).
Jika ruam wajah pada bayi/anak bertambah parah hingga menyebabkan lecet, utamakan menyembuhkan lecetnya terlebih dahulu dan pastikan area lain tidak kering. Kekeringan wajah menyebabkan lebih mudah menimbulkan lecet dan membuat bayi/anak kesakitan. Segera berkonsultasi ke dokter jika diperlukan dan jangan menunda ya Moms, karena setiap anak kulitnya berbeda-beda, sehingga kita harus tahu dengan pasti apa yang menyebabkan ruam pada bayi kita.
Semoga bermanfaat.
By: Missy Melita
