Konten dari Pengguna

Cara Sukses Melakukan Toilet Training

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Toilet training adalah melatih anak untuk BAB dan BAK di toilet. Toilet training ini diajarkan orangtua kepada anaknya untuk menghilangkan kebiasaan memakai popok pada usia balita, dan memang harus diajarkan, karena pemakaian popok yang terlalu lama juga tidak baik untuk tumbuh kembang anak.

Sebagian besar orangtua, tidak mengetahui cara tepat dan waktu yang tepat untuk toilet training. Bahkan beberapa orangtua ketika melakukan toilet training ini dan kemudian merasa capek karena anak yang pipis di celana saat awal memulai toilet training ini, akhirnya menyerah dan memilih untuk menunda toilet training ini. Memang tergolong repot dan sangat ribet apalagi saat memulainya, Moms bisa mencoba beberapa tips berikut ini untuk memulai toilet training

Tips melakukan toilet training pada anak

  1. Lihat kesiapan anak‌Toilet training ini tidak ada patokan usia,biasanya dilakukan antara 2 - 4  tahun, tergantung kesiapan anak. Setiap orangtua, pasti tahu kapan waktu yang tepat untuk melakukan toilet training. Jangan melakukan terlalu dini apalagi jika anak belum mengerti saat diberitahu sesuatu, itu hanya akan membuat anda semakin repot dan marah karena memang anaknya yang belum siap. Jika anak sudah mampu menyampaikan apa yang dia inginkan, bisa paham dengan apa yang kita jelaskan, itu adalah saat yang tepat untuk melakukan toilet training.
  2. Gunakan training pants‌Sekarang ada training pants yang bisa kita gunakan saat melakukan toilet training. Training pants ini berupa celana yang dilapisi handuk tipis, yang berfungsi untuk menyerap pipis agar tidak langsung jatuh ke lantai saat anak pipis di celana, selain itu training pants ini bisa melatih anak untuk merasakan kalau dia pipis di celana, akan basah dan tidak nyaman. Menggunakan training pants ini menurut saya cukup membantu.
  3. Jangan berhenti untuk mengingatkan‌Melakukan toilet training memang lumayan butuh perjuangan, seorang ibu memang dikaruniakan untuk cerewet dan suka mengingatkan. Saat melakukan toilet training, anda harus selalu mengingatkan anak untuk pipis di toilet, ulangi dan terus ulangi. Jangan berhenti menanyakan kepada anak dan tawarkan untuk mengantarkannya ke toilet, karena biasanya awal melakukan toilet training ini anak masih belum tahu mengontrol dan merasakan kapan dia akan pipis. Moms yang harus berperan penting, lambat laun anak akan paham dan mengerti bagaimana rasanya saat dia ingin pipis dan anak pun mampu mengontrol sendiri saat dia ingin pipis.
  4. Jangan menghukum anak‌Memarahi, menghukum ataupun memojokkan anak itu bukan cara yang baik. Lebih sabarlah menjadi orangtua. Anak pun tidak mengerti dengan yang di lakukan, anak hanya butuh dibiasakan. Saat toilet training dan anak pipis di celana, jangan membentak atau memarahi, bilang saja "oh, tidak apa apa, tapi jangan diulangi ya". Berbicaralah dengan lembut dan halus, anak akan tahu kok kesalahannya. Membentak dan menghukum anak malah akan membuat anak semakin malas, dan tidak mau melakukan toilet training.
  5. Berikan reward kepada anak‌Anak akan merasa senang saat usahanya dihargai, dan anak pun akan merasa bangga, karena mampu melalui tahap toilet training ini. Sekali-kali tidak apalah kita berikan sesuatu kepada anak, apa yang dia sukai, agar dia semangat untuk berlatih, dan dia akan bangga saat berhasil melakukan toilet training.

Melakukan toilet training ini memang tergolong tidak mudah, butuh perjuangan dan kesabaran. Butuh proses untuk anak mengerti proses dari sebelumnya pipis dan pup di popok, sekarang harus beralih di toilet, tidak semaunya anak. Lambat laun anak akan mengerti. Jika Moms tahu kapan waktu yang tepat dan melakukannya di waktu yang tepat, saya rasa hanya makan waktu 3-4 hari, anak akan paham dan terbiasa untuk pipis di wc.

Semoga bermanfaat.

By: Nur Azizah

Copyright by Babyologist