Konten dari Pengguna

Cegukan Berarti Anak Cepat Besar, Benarkah?

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cegukan Berarti Anak Cepat Besar, Benarkah?
zoom-in-whitePerbesar

Cegukan sering terjadi pada anak berusia kurang dari satu tahun. Orang tua jaman dulu sering mengatakan bahwa cegukan artinya "mau tambah tinggi" atau "cepat besar". Namun apakah hal ini benar?

Apa Penyebab Cegukan?

Penyebab cegukan/hiccups (singultus) pada bayi sama halnya dengan dewasa. Cegukan disebabkan oleh spasme atau kontraksi tiba-tiba pada otot diafragma, yaitu otot besar yang membentang di bagian bawah tulang rusuk dan bergerak ke atas dan ke bawah saat kita bernapas. Kontraksi ini menyebabkan hisapan udara secara mendadak masuk ke dalam paru melewati ruang antara pita suara (glottis), sehingga menyebabkan terjadinya suara 'hik'. Jadi, tidak ada hubungannya dengan mau cepat besar atau tinggi ya, Moms.

Mengapa Cegukan Bisa Terjadi?

Belum ada bukti ilmiah mengapa bisa terjadi spasme di otot diafragma. Tetapi ada beberapa hal yang memicu:

Terlalu kenyang, menyusu/makan terlalu cepat, atau menelan banyak udara salah satunya karena pelekatan tidak benar saat menyusui bayi baru lahir. Hal-hal ini dapat menyebabkan perut distensi, menekan diafragma, menyebabkan spasme dan cegukan.

Perubahan suhu lambung yang drastis. Seperti misalnya minum susu hangat, lalu beberapa menit kemudian makan buah yang dingin; minum air terlalu dingin, dan makan terlalu panas.

Amankah Cegukan pada Bayi?

Bayi dapat mengalami cegukan beberapa kali sehari, selama 10 menit atau lebih. Jika bayi tetap bahagia dan tidak rewel, Moms tidak perlu kawatir. Cegukan akan berhenti dengan sendirinya.

Bahayakah Cegukan?

Jika cegukan terlalu sering disertai dengan batuk, rewel, banyak meludah, dan bayi melengkungkan punggungnya secara berlebihan selama/setelah menyusui, mungkin bayi mengalami refluks asam lambung (Gastroesophageal reflux disease), yaitu naiknya asam lambung ke kerongkongan. Jika hal ini terjadi, segera periksakan ke dokter.

Hal ini cukup jarang terjadi, tetapi jika cegukan berlangsung lebih dari satu jam, sebaiknya periksakan ke dokter. Bisa juga terjadi gangguan saraf diafragma, radang paru, kelainan di otak seperti tumor, penyakit ginjal atau gangguan keseimbangan elektrolit.

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan

Jangan mengejutkan bayi, menekan pelan kelopak mata, menarik lidah hingga menekan bagian ubun-ubun karena hal-hal tersebut tidak efektif! Malah akan membuat bayi tidak nyaman dan bahaya. Biarkan ia tetap tenang dan jangan beri makan saat sedang cegukan.

Hal yang Harus Dilakukan

Pada bayi kecil: Gendong posisi berdiri hadap belakang dengan dagu di pundak ibu, kemudian tepuk punggungnya. Susui kembali setelah cegukan hilang.

Untuk anak yang lebih besar:

Berikan minum air hangat

Menarik napas dalam, tahan sebentar, lalu dihembuskan

Tidur berbaring dengan lutut ditekuk

Makan sesendok gula

Meletakkan kantong kertas di depan mulut dan mencoba bernapas dari kantong kertas itu selama beberapa menit

Cara Mencegah Cegukan

Jangan memberikan makan atau minum terlalu cepat, berikan porsi makan lebih sedikit tetapi sering

Belajarlah pelekatan menyusui yang benar, hindari masuknya udara terlalu banyak saat minum susu, atau miringkan botol 45° agar udara naik ke atas, pakai regulator, atau pilih lubang dot lebih kecil

Posisi kepala lebih tinggi dari perutnya saat disusui

Sendawakan si bayi setelah minum susu

Berikanlah air putih 1-2 sendok teh setelah minum susu

Jangan mengajak tertawa sesaat setelah minum susu, ajak tenang sekitar setengah jam setelah minum susu

Semoga bermanfaat.

By: Dr. Victoria Cynthia Rebecca.