Konten dari Pengguna

Cerita Kehamilanku yang Mengalami Hamil Kosong

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setelah kehamilan pertama yang dinyatakan BO (Blighted Ovum), saya mengikuti saran dokter untuk menjalani promil jika ingin kembali hamil. Alhamdulillah berhasil, bisa hamil normal lancar dan anaknya sekarang udah 2tahun. Saya dan suami memang sudah berencana untuk saya kembali hamil setelah Shanum usia 2tahun.

Saya sendiri berusaha melupakan kejadian di kehamilan pertama. Jadi sebenarnya berani gak berani buat hamil tanpa promil dan tanpa konsultasi ke obgyn terlebih dahulu. Karena saya pikir sekarang saya dan suami sudah hidup sehat, apalagi saya sudah tidak bekerja jadi saya pikir optimis bisa hamil normal tanpa harus promil.

Ketika Shanum berulang tahun yang ke-2, mulai ada tanda2 kehamilan yang malah suami saya yang ngeuh. Seminggu kemudian saya testpack pribadi dan hasilnya positif. Campur aduk rasanya karena jujur ada ketakutan kejadian di kehamilan pertama terulang. Tapi suami selalu kasih support dan semangat supaya saya selalu berfikir positif dan yakin akan kuasa Allah. Tiga hari setelah testpack barulah muncul tanda2 hamil yang sering dirasakan kebanyakan ibu hamil muda.

Kaget. Ya, karena ketika hamil Shanum saya benar2 fit tidak ada mual muntah, pusing, ngidam dll. Hamil yang ketiga ini benar2 berbeda. Bahkan ada waktu dimana 24jam saya hanya bisa tiduran di kasur, bangun2 hanya buat shalat dan memaksakan makan. Beruntung waktu kerja suami lumayan fleksibel, jadi bisa handle mengurus Shanum. Lebih kagetnya lagi ketika pertama kali USG. Saya salah jadwal dan akhirnya bertemu dengan dokter lain (bukan obgyn yg biasa konsul dengan saya). Dokternya bilang hanya ada kantongnya saja tidak terlihat ada embrio, 2minggu kedepan dilihat lagi, jika tidak ada perkembangan maka dinyatakan kembali BO dan harus keretase.

Lemas. Itu yang saya rasakan. Ketakutan saya terjadi. Selama menunggu jadwal cek kembali 2minggu lagi, kondisi saya masih sama tidak berubah. Tetap mual muntah, pusing, mulut rasanya pahit, tidak nafsu makan, sangat sensitif penciuman, sering kram perut, sering pipis. Dari situ saya optimis, ini tanda2 janin dalam rahim saya berkembang. 2minggu berlalu, tiba waktunya cek. Kebetulan ketemu sama obgyn yang biasa saya konsul dari kehamilan pertama saya. Dan Masyaa Allah, kuasa Allah. Janinnya berkembang baik dan waktu itu sudah bisa terdengar detak jantungnya. And I just wanna cry when I hear your heartbeat, my baby.

Dan kondisi saya sampai sekarang (usia kandungan 12weeks) ketika saya nulis ini masih sama, masih belum fit. Intinya, every pregnancy is unique. Jangankan beda orang. Orang yang sama, saat hamil kesekian kalinya pun merasakan tanda-tanda kehamilan dan perjalanan kehamilan yang berbeda. Seperti saya yg super kaget dengan kehamilan ketiga ini. Karena ketika hamil Shanum saya benar2 hamil kebo. Dan juga tidak ada yg mustahil selama kita mau mencoba, yakin dan percaya akan kebesaran Allah. Semoga bermanfaat.