Ceritaku saat Kontraksi dan Melahirkan secara Normal

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Melahirkan adalah kodrat yang harus dilalui oleh setiap wanita. Dari awal kehamilan saya sudah merencanakan akan melahirkan secara normal, ini saya pilih karena ada beberapa teman kantor yang lahiran SC banyak mengalami masalah, dan yang pasti lahiran normal lebih murah daripada lahiran SC ya Moms.
Deg-degan udah pasti Moms, apalagi ini adalah anak pertama dan saya masih aktif bekerja sampai usia kandungan 38 weeks. Walaupun SPOG sempat bilang bayinya belum ke jalan lahir dan beliau menyarankan saya untuk melakukan gerakan menungging ketika ada kontraksi (ini saya lakukan demi bisa lahiran normal ya Moms).
Persiapan yang harus dibawa saat lahiran sudah disiapkan. Sampai tibalah saatnya di malam itu saya mulai merasakan kontraksi. Mules yang teratur tiap 5 menit, hilang, terus mules lagi. Rasanya luar biasa ya Moms perjuangan ibu-ibu yang mau lahiran normal.
Setelah semalaman mules yang luar biasa hebat, akhirnya sore harinya saya ke RS lagi untuk cek kandungan (waktu itu bukan SPOG pegangan saya), dan saya dirujuk ke bidan untuk dicek kontraksinya, apakah memang gejala lahiran atau bukan.
Setelah kurang lebih 30 menit, susternya bilang kalau saya belum waktunya melahirkan. Saya disuruh pulang dan tunggu sampai HPL tiba (ini kurang lebih 2 minggu), lalu susternya bilang kalau saya harus memperbanyak jongkok dan berhubungan intim dengan suami. Dalam hati saya berkata, "udah mules begini masih disuruh tahan sampai 2 minggu," dan ini RS khusus ibu dan anak lho Moms. Akhirnya dengan berat hati saya pulang ke rumah.
Sampai rumah mulesnya makin pendek-pendek, setiap 3 menit sakit terus hilang. Lalu besok sorenya keluar flek hitam. Sampai akhirnya saya pindah ke RS lain dan pakai SPOG lain. Singkat cerita SPOG tersebut bilang kalau saya sudah pembukaan 3 dan untuk mempercepat lahiran, saya akan diinduksi dari infus. Diinduksi rasa sakitnya jadi lebih lama tapi singkat, gak sampai 20 menit saya sudah bisa melahirkan dengan mengikuti instruksi SPOG-nya.
Bisa dibilang proses lahirannya cepet banget ya Moms, cuma memang ada masalah di jahitan (karena saya gak sengaja angkat pantat saat ngeden). Dan yang saya suka di RS ini, mereka selalu menyarankan untuk ASI. Jadi begitu bayi saya dimandikan, payudara saya dipijat-pijat dan ASI pertama saya disedot oleh sang buah hati.
Semoga bermanfaat.
By: Claudia Yuniarna
Copyright by Babyologist
