Konten dari Pengguna

Ciptakan Suasana Groovy dengan Bantuan Gadget

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di era millenial, penggunaan gadget sudah menjadi hal lumrah dikalangan masyarakat. Seperti dua sisi mata koin, ada hal positif dan negatif yang mengiringi fenomena ini. Kita tidak bisa memungkiri bahwa kita banyak terbantu dengan adanya fasilitas gadget untuk keperluan kita sehari-hari. Sering kita jumpai banyak sekali ibu-ibu yang terbantu menjalankan bisnis online shop-nya dengan gadget. Tak hanya ibu-ibu, seorang ayah pun bahkan lebih rajin membuka gadget untuk keperluannya. Sehingga penggunaan gadget di lingkungan rumah sudah menjadi pemandangan biasa bagi anak-anak, terutama penggunaan handphone/hp.

Seorang anak adalah peniru ulung aktivitas kedua orang tuanya. Apa yang mereka lihat sehari-hari dari kedua orang tuanya akan menimbulkan rasa ingin tahu. Semakin bertambah umur anak, semakin besar rasa keingintahuannya. Seperti halnya Haikal, 20 bulan usianya, tiap kali lihat saya angkat telpon/menerima video call dari keluarga, dia selalu sibuk merebutnya. Kebiasaan video call tersebut ternyata membuat dia penasaran, kenapa ada wajah neneknya tersenyum menyapa didalam sebuah kotak kecil?

Sebagai Ibu rumah tangga tanpa bantuan IRT juga tanpa adanya sanak saudara dekat rumah, ada sedikit cerita rumahan antara Saya, gadget dan anak. Saya pribadi selalu khawatir akan penggunaan gadget/hp pada anak dari segi apapun, kesehatan, kepribadian, sosial, dan lain-lain. Awalnya saya melakukan usaha "puasa" gadget, dimana saya pegang hp disaat anak tidur.

Ini berlangsung beberapa bulan, tetapi tidak efektif karena terkadang ada keperluan yang mengharuskan saya menggunakan hp di depan anak, seperti saat mengisi token listrik yang terlanjur mati, memesan makanan saat kelewat jam makan siang saat anak belum juga mau ditidurkan, dan lain sebagainya. Sesekali, saat anak tidak mau ditinggal meski hanya untuk permisi ke toilet, saya menggunakan hp untuk menghiburnya sesaat, dengan lagu anak-anak yang banyak beredar di YouTube. Saat dia merasa terhibur, saya baru bisa meninggalkannya pergi ke toilet.

Haikal tipe anak aktif yang sering manjat-manjat meja kursi dan lain-lain, saat dia kebingungan cari mamanya pun dia manjat sofa sambil nangis tantrum, yang di khawatirkan jatuh. Memang sesekali, saya terbantu dengan gadget/hp ini. Terlebih saat dia sakit, butuh banyak istirahat dirumah tanpa lari-larian keluar rumah. Semenjak usia 13 bulan dia bisa jalan, dia selalu ingin keluar rumah. Bantuan Lagu anak-anak di hp tadi yang paling ampuh menghiburnya untuk tetap betah didalam rumah dalam waktu yang lumayan lama.

Dari kebiasaan-kebiasaan kecil itulah, Haikal terlihat tertarik lebih jauh pada hp Dengan lagu anak-anak. Selalu ingin di bukakan handphone kalau dia mendapati ada di atas meja atau di tempat Saya menyembunyikannya. Saya pikir, kenapa tidak kalau handphone ini saya jadikan "teman" dalam keseharian kita? Dari sini, idealisme saya tentang gadget/handphone pada anak menurun. Saya mulai memikirkan bagaimana menciptakan kegiatan dan hal-hal positif dari gadget/handphone. Dan juga apa saja yang harus diperhatikan dari penggunaan handphone pada anak. Berikut ulasan saya.

Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum memberikan handphone pada anak:

1. Pastikan jarak pandangnya cukup jauh jangan terlalu dekat.

2. Pastikan tampilan layar sudah landscape/diperbesar agar mata anak tidak berusaha terlalu keras untuk melihat layar yang terlalu kecil.

3. Atur kecerahan tampilan layar, usahakan dibatas sedang. Tidak terlalu terang juga tidak terlalu gelap.

4. Pastikan tidak menyalakan gadget/handphone dan melihat layar handphone di ruangan yang lebih gelap.

5. Atur volume sedang, tidak terlalu nyaring.

6. Atur posisi duduk anak dan letak layar gadget/handphone, agar leher anak tidak terlalu menunduk atau mendongak.

7. Atur waktu, ambil/putar video lagu dengan durasi yang tidak terlalu lama.

8. Lihat kondisi anak, jika dirasa sudah bosan, matikan lagunya.

9. Jangan biasakan anak melihat gadget/handphone dalam kondisi telentang.

10. Tetap selalu mengusahakan meminimalisir frekuensi penggunaan gadget/handphone pada anak. Tidak setiap hari, hanya di waktu-waktu tertentu saja seperti yang saya jelaskan sebelumnya.

Demikian hal-hal yang harus diperhatikan pada penggunaan gadget/handphone pada anak versi saya. Kebetulan, Haikal tipe yang pebosan, dia tidak hanya diam duduk berjam-jam didepan gadget/handphone, seringkali dia tertawa girang karena suka dengan tampilan video dan irama lagu dengan berjalan dan lari-larian kecil dirumah, kalaupun saat saya amati dia duduk terlalu serius, saya selalu selipkan mainan kecil ditangannya, agar perhatiannya tidak terfokus pada layar, tetapi sesekali dia lihat dan pegang mainan. Atau saya suapkan menu camilan agar dia tidak terlalu fokus pada layar gadgetnya tetapi juga fokus mengunyah makanan.

Sesekali saya ciptakan suasana "groovy" dengan mengikuti gerakan tangan dan kaki anak saya mengikuti irama lagu, saya yakin irama musik pun bisa jadi media pembelajaran buat anak saya, disamping itu dia juga senang dan bisa olahraga kecil sambil menari dan bertepuk tangan, belajar ekspresi. Dan dari berbagai macam tampilan video lagu anak-anak saya juga bisa tahu, lagu mana yang anak saya suka, irama "beat" atau kah jenis "slow". Bagaimana Tampilan video yang seperti apa yang menjadi selera anak saya. Bagian mana yang membuat dia tersenyum/tertawa.

Seringkali dia merasa bahagia kalau saya tampilkan video diri dia sendiri yang sengaja saya rekam diam-diam. Ternyata tetap ada hal baik dan menyenangkan tergantung dari bagaimana diri kita menyikapinya. Semua hal akan berdampak buruk bagi kita jika penggunaannya berlebihan. Apapun yang berlebihan itu tidak baik, yang terpenting bagi saya, perhatikan, amati, arahkan, awasi dan batasi penggunaannya.

Selamat berjuang ibu-ibu bijak, setiap hal kecil dari anak kita semoga bisa kita pertanggungjawabkan.