Ciri ASI Berkualitas Baik

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ASI atau air susu ibu merupakan asupan paling berkualitas untuk bayi yang baru lahir. Paling tidak, minimal 6 bulan pertama, Moms wajib memberikan ASI eksklusif untuk bayi. ASI memiliki kandungan penting untuk membantu tumbuh kembang bayi, meningkatkan kecerdasan, membentuk tulang dan mengurangi risiko sindrom kematian bayi yang mendadak.
ASI pertama yang Moms produksi pasca melahirkan umumnya berwarna kekuningan, pekat dan kental. ASI pertama inilah yang sering disebut kolostrum. Selang dua hingga 3 hari selanjutnya, ASI yang diproduksi lebih banyak dan berwarna lebih putih.
Mengingat ASI merupakan sumber antibodi penting bagi bayi, Moms wajib memperhatikan kualitas ASI dan tidak sekadar kuantitasnya saja. Mungkin Moms masih bingung bagaimana ciri kualitas ASI yang baik untuk bayi?
ASI bisa dikatakan memiliki kualitas yang baik jika mengandung komponen-komponen penting seperti protein, mineral, karbohidrat, mineral dan air. Semua nutrisi tersebut dibutuhkan dan mudah dicerna oleh bayi. Selain itu, ASI yang baik juga harus mengandung zat pembentuk kekebalan tubuh sebagai antibodi bayi. Namun, bagaimana Moms bisa tahu apakah ASI yang diberikan memiliki semua komponen tersebut atau tidak?
Banyak ibu menyusui yang khawatir ketika produksi ASI-nya terlalu encer. Mereka menganggap ASI yang encer cenderung tidak memiliki nutrisi yang cukup ketimbang AS yang kental. Padahal sebenarnya kekentalan ASI memang sering berubah, dan kondisi ini normal pada ibu menyusui. Ada beberapa ciri kualitas ASI yang baik, berikut ulasannya.
Ciri Kualitas ASI yang Baik dan Sehat
Warna ASI NormalASI yang normal dan sehat berwarna kekuningan atau putih pucat. Jika Moms mendapati ASI yang berwarna tidak normal misalnya pink, maka bisa dipastikan ASI terkontaminasi. Warna pink berasal dari darah puting yang mengalami luka. Meskipun sebenarnya tidak terlalu berbahaya, namun sebaiknya segera memeriksakan ke dokter apabila kondisi ini terus berlanjut.
Aroma ASI tidak AmisASI yang berkualitas tidak menimbulkan bau amis. Jika ASI Moms menimbulkan bau amis dan asam, maka dipastikan ASI memiliki kualitas yang buruk. Kondisi ini biasanya terjadi pada ASI yang disimpan dalam botol sehingga lebih mudah basi.
Perhatikan Tekstur ASIMungkin Moms pernah sesekali menyimpan ASI di freezer. Padahal cara ini tidak dibenarkan karena akan membuat ASI memiliki tekstur seperti sabun, lunak, asam dan menimbulkan bau tengik. Pada kondisi ini, ASI akan mengandung enzim lipase yang tinggi dan berbahaya untuk bayi.
Selain beberapa ciri kualitas ASI yang baik di atas, ASI yang berkualitas juga ditandai dengan rasa ASI yang masih gurih dan tidak pahit. Biasanya jika ASI memiliki rasa pahit dan asam, bayi akan memuntahkannya. Jika seperti ini, coba ingat-ingat kembali apakah Moms sudah mengonsumsi makanan-makanan yang sehat.
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist Editor.
