Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Hamil Anggur dan Penyebabnya

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri-Ciri Hamil Anggur dan Penyebabnya
zoom-in-whitePerbesar

Moms pastinya sudah pernah mendengar istilah hamil anggur atau bahkan ada teman atau kerabat yang mengalaminya. Sebenarnya apakah hamil anggur itu? Dan mengapa bisa terjadi hamil anggur?

Hamil anggur dalam dunia medis dikenal sebagai mola hidatidosa. Hamil anggur merupakan kehamilan abnormal, di mana terdapat sejumlah sel telur yang gagal berkembang menjadi janin. Sel telur ini berkembang di dalam rahim dengan sangat cepat sehingga membentuk gelembung yang mirip dengan buah anggur. Oleh karena itu, umumnya wanita yang mengalami hamil anggur ukuran perutnya akan jauh lebih besar dibanding kehamilan normal. Terkadang wanita yang mengalami hamil anggur tidak menyadari kelainan ini karena jika dilihat sepintas, nampak sama dengan kehamilan normal.

Bagaimana kita bisa mengenali gejala hamil anggur? Berikut  ciri-ciri yang umum ditemui dalam kehamilan anggur:

<ul>

  • Kadar HCG umumnya akan meningkat jauh lebih tinggi dibandingkan kadar HCG pada kehamilan normal.

  • Mual dan muntah secara berlebihan.

  • Ukuran perut yang semakin membesar tanpa disertai adanya gerakan janin dalam kandungan.

  • Timbulnya gejala penyakit hipertiroid seperti kelelahan, gugup, detak jantung tidak beraturan, dan keluar keringat yang berlebihan.

  • Pada umumnya di awal kehamilan muncul bercak darah bahkan sampai mengakibatkan anemia.

  • Nyeri pada tulang panggul.

Pada beberapa kasus hamil anggur, baru terdeksi di usia kehamilan 10 hingga 14 minggu. Inilah pentingnya ibu hamil melakukan pemeriksaan rutin melalui USG. 

Berikut antara lain penyebab terjadinya hamil anggur: 

<ul>

  • Usia sang ibu saat hamil: Wanita yang hamil pada usia 40 tahun ke atas atau di usia remaja memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami hamil anggur.

  • Pernah keguguran 

  • Kualitas sperma atau ovum yang tidak bagus

  • Kekurangan vitamin A

  • Memiliki penyakit darah tinggi 

  • Asupan gizi yang kurang baik

  • Mengonsumsi makanan rendah protein, asam folat dan karoten

Semoga bermanfaat.

By: Berkah Dwi Rahayu

Copyright by Babyologist