Clodi, Pengganti Popok Sekali Pakai

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Clodi, Pengganti Popok Sekali Pakai
Bagi ibu-ibu modern pasti nama clodi sudah tidak asing lagi. e Berbeda dengan pampers yang memang sekali pakai-buang, clodi bisa dicuci dan dipakai lagi. Clodi terbuat dari kain yang memiliki lapisan luar seperti celana dalam yang dilengkapi dengan perekat atau kancing samping dan lapisan dalam berbentuk persegi panjang yang berfungsi untuk menampung pipis lebih banyak. Penggunaan clodi selain ramah lingkungan juga ramah di kantong. Ibu-ibu bisa berhemat lebih banyak.
Pampers yang penggunaannya sekali pakai memang menjadi salah satu pengeluaran terbesar ibu-ibu. Dengan memilih clodi, otomatis pengeluaran lebih bisa ditekan lagi. Clodi memang terasa mahal di awal tapi bisa digunakan terus menerus sehingga dapat lebih hemat untuk jangka panjang.
Merek dan jenis clodi
Ada berbagai macam jenis clodi. Ada banyak merek yang bermunculan juga dari yang import maupun lokal. Dari yang mahal sampai yang murah. Saya sendiri lebih memilih clodi lokal yang murah dan sederhana untuk anak saya. Awal mula saya tahu clodi ketika sedang browsing di beberapa e-commerce seperti shopee, bukalapak, dan tokopedia. Saat itu saya memang berniat mencari perlengkapan bayi karena sudah memasuki trimester terakhir masa kehamilan.
Pilihan saya jatuh kepada clodi sederhana dengan bonus inner lampin berbagai warna yang dipatok sekitar belasan ribuan dan ditambah dengan inner tambahan yang hanya berwarna putih, berbahan microfober yang bila disentuh mirip seperti handuk. Inner tambahan ini lebih lebar daripada inner aslinya jadi pas dengan ukuran clodi sehingga tidak gampang bocor. Harga paket clodi sebenarnya cukup terjangkau, hanya sekitar 25.000 Rupiah, di dalamnya ada clodi, bonus inner, dan inner tambahan.
Murah bukan? Waktu itu saya mencoba membeli tiga saja dan ketika merasa cocok, saya membeli lagi beberapa karena untuk inner yang tebal memang lebih sulit untuk kering. Selain merek tersebut, saya sempat mencoba merek-merek lain bahkan beberapa merek tidak terkenal yang saya beli import dari China melalui shopee. Namun, clodi tersebut masih kalah kualitasnya dengan clodi lokal yang saya beli pertama kali.
Berapa kali lama penggunaan clodi dan sehari bisa berapa kali ganti?
Lama penggunaan clodi ini tergantung jumlah dan intensitas pipis. Semakin sering dan banyak, semakin cepat masa penggantiannya. Selain itu, ketika anak pup, clodi juga wajib diganti. Saya tidak bisa mematok jumlah tertentu karena saya selalu mencuci clodi dan langsung menjemurnya setiap kali mengganti dengan clodi yang baru. Saya hanya menyediakan sekitar lima clodi saja. Jadi, ketika stok habis saya akan memakaikan Wening celana dalam sambil menunggu clodi kering. Bagi saya hal ini tidak begitu merepotkan karena saya memang sudah menyediakan perlak untuk Wening sehingga apabila dia pipis atau pup tidak akan terkena kasur. Saya cukup membersihkan perlaknya saja. Kalau pipis atau pup mengenai lantai juga saya tinggal mengepel dan membersihkannya. Semuanya tidak sesulit yang kita bayangkan kok.
Aman gak sih pemakaian clodi setiap hari? Bagaimana cara membersihkan clodi?
Keraguan yang terlintas pertama kali oleh ibu biasanya adalah tentang pencucian clodi. Apakah mudah dicuci? Apakah bekas pup bisa dicuci bersih, tidak meninggalkan kuman dan penyakit?
Menurut saya pribadi cara mencucinya mudah. Untuk pup yang menempel saya biasanya menggunakan sabun batang yang memang lebih ampuh membersihkan noda. Setelah itu, baru saya cuci dengan detergen biasa. Inner clodi yang berwarna putih pun akan kembali menjadi putih lagi. Lalu keraguan berikutnya biasanya tentang kenyamanan anak. Apakah anaknya akan nyaman? Apakah tidak menimbulkan ruam? Menurut saya, clodi ini lebih aman daripada pampers sekali pakai. Penggunaan clodi yang sering diganti akan membuat kulit anak juga lebih nyaman, terhindar dari ruam.
Anak-anak yang mudah terkena ruam bisa mencoba memakai clodi sebagai pengganti pampers sekali pakai. Kekhawatiran terakhir biasanya seputar tentang bagaimana kalau mengajak anak keluar rumah? Kalau penuh apakah tidak kerepotan mengganti dan membawa kembali clodi kotornya? Lalu kalau setelah pup apa tidak kesusahan untuk mencucinya di luar? Kalau saya pribadi lebih memilih untuk memakai pampers sekali pakai ketika keluar rumah. Lebih praktis dan tidak khawatir kalau sewaktu-waktu anak pup atau clodi penuh.
Pampers sekali pakai bisa dibuang di tempat sampah langsung. Tidak perlu dicuci atau dibawa pulang lagi. Walaupun Wening menggunakan pampers di luar rumah, di dalam rumah saya tetap memakaikan clodi. Menurut saya, boleh saja memakai pampers sekali-kali. Tetap bisa dikatakan ramah lingkungan dan ramah di kantong. Tetap bisa menghemat karena memang Wening jarang keluar rumah. Hanya ketika Sabtu dan Minggu saja. Kalau hanya keluar di dekat rumah, saya tetap memakaikan clodi.
Clodi menjadi pilihan terbaik saya. Saya bisa berhemat lebih banyak berkat clodi. Coba bandingan biaya penggunaan pampers sekali pakai yang tiap bulannya bisa menghabiskan ratusan ribu dengan penggunaan clodi yang menghabiskan ratusan ribu hanya di awal pembeliannya saja. Clodi hemat, ramah lingkungan.
