Dalam Mempersiapkan MPASI, Jangan Lakukan Hal Ini!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Saat Clive memasuki usia ke 4, saya sebagai new Mom super excited untuk mempersiapkan segala sesuatu tentang MPASI Clive. Antara idealisme, penasaran, kekurangtahuan versus kenyataan. Intinya saya bingung memilih semua hal yang berhubungan dengan MPASI. Siapa new Moms yang mengalami hal ini? Yuk mari kita tos dulu.
Di tengah kebingungan ini, saya banyak sekali mendapat masukan dan juga mencari berbagai sumber. Nah, apakah dengan hal itu bisa menjawab semua kebingungan saya? Jawabannya tidak Moms, justru saya semakin bingung lagi. Tau sendiri ya Moms di zaman milenial ini semakin banyak kecanggihan teknologi dan perkembangan tentang MPASI yang pada zaman dulu belum ada tapi sekarang menjadi trend.
Nah, bagi para Moms yang ga mau tambah bingung, kalau menurut saya mending jangan lakukan hal ini ya:
1. Jangan bertanya pada Moms lain yang terlalu tua
Saya awalnya berpikir mama dan mama mertua tentunya memiliki pengalaman MPASI yang mumpuni karena memiliki 3 orang anak. Tapi malah justru banyak perbedaan pendapat, salah satu contoh: mama saya berpendapat usia 4 bulan sudah boleh MPASI. Ya betul, jaman dulu memang MPASI boleh dimulai sejak umur 4 bulan, tp jaman sekarang rata2 dimulai usia 6 bulan. Kalau dulu anak selalu dikasih pisang awal MPASI, sekarang beberapa dotkter tidak menganjurkan pisang. Justru bertanya dengan Moms yang jauh lebih tua rentan menimbulkan perdebatan "Halah, kamu dulu buktinya juga makan pisang cuma jaman sekarang aja yang semakin ada-ada saja banyak aturan ini itu". Tapi kalau mamanya sudah modern dan mengikuti perkembangan perMPASIan, boleh saja bertanya dengan pikiran terbuka.
2. Jangan bertanya dengan sesama new Moms
Toh new Moms lainnya juga mungkin belum mengerti dan malah justru masih bingung juga dengan perMPASIan. Ibarat kata "orang buta menuntun orang buta". Tapi bukan berarti kita tidak boleh bertanya ya, saya punya grup juga rata2 new Moms juga disana juga saling berbagi tentang perMPASIan anak. Nah tapi kalau saya tujuannya lebih kepada saling menyemangati, dan berbagi rasa senasib sepenanggungan.
3. Jangan mudah tergiur dengan MPASI ala "media sosial"
Hayo siapa Moms yang suka lihat referensi dunia perMPASIan di instagram khususnya? Saya juga ngacung pertama ya. Saya paling suka lihat review produk dan menu MPASI. Setelah lihat review2 itu biasanya ada keinginan untuk membeli. Tidak ada yang salah dengan review produk yang dilakukan oleh babyangram atau selebgram ya. Yang salah itu kitanya kadang yang kesilauan, dan jadi pengen beli juga, tanpa memperhitungkan value for money dari produk tersebut. Butuh ga ya produk itu? Atau cuma pingin ikutan2an saja. Hayo ngaku Moms. Sebenarnya menurut saya perlengkapam peralatan MPASI itu harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing. Contoh nih ya: mau blender? Pakai blender di dapur yang sudah ada tidak perlu membeli food prosesor khusus bayi jika memang tidak dibutuhkan. Mau ngukus? Pakai panci biasa yang ada di dapur juga bisa. Sebenarnya MPASI itu sederhana ya Moms, tidak perlu pakai peralatan canggih juga bisa.
4. Jangan suka tiru-tiru metode ala "media sosial"
Di Instagram sekarang banyak sharing tentang metode MPASI ya, yang lagi banyak dibicarakan oleh Moms adalah metode BLW. Tak dipungkiri dari sekian banyak sharing tersebut banyak yang memberikan pesan informatif, in my humble opinion, beberapa hal tidak dapat diterapkan oleh semua Moms. Tetep lagi, harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing ya. Jangan terlalu memaksakan hanya karena ingin seperti si A, si B.
Semoga kita lebih bijak dan pintar lagi dalam mempersiapkan masa-masa MPASI anak ya.

