Konten dari Pengguna

Dampak Kehamilan pada Tubuh

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dampak Kehamilan pada Tubuh

Kehamilan membuat wanita menjadi lebih peka terhadap tubuhnya. Apalagi banyak sekali perubahan yang terjadi di masa kehamilan yang kurang lebih dialami selama 40 minggu. Tidak sedikit para ibu hamil merasa tidak menarik lagi akibat perubahan fisik atau mood yang dialami. Untuk itu, pada artikel ini saya share terkait dengan perubahan apa saja yang biasanya dialami ibu hamil supaya kita bisa meminimalisasi dampak yang tidak menyenangkannya.

1. Pigmentasi Kulit

Saat hamil, biasanya kulit akan menjadi lebih gelap pada bagian tertentu, contohnya pada puting susu dan aerola, munculnya linea nigra (garis tipis yang muncul pada garis tengah perut mulai dari tepi atas daerah yang ditumbuhi rambut kemaluan hingga ke pusar), atau bahkan cloasma (perubahan warna kulit di daerah dahi, hidung, pipi dan leher). Hal itu disebabkan oleh perubahan hormonal selama kehamilan. Selain itu, pada sebagian orang, muncul pula Strie gravidarum (garis-garis akibat peregangan pada perut) karena pembesaran rahim. Biasanya peregangan kulit ini mengakibatkan gatal dan menggoda sekali untuk digaruk.Untuk mencegah dan meminimalkan dampak tidak menyenangkan pigmentasi kulit, Mom bisa mengoleskan minyak zaitun pada perut / kulit yang kering. Baiknya penggunaan minyak zaitun dimulai sebelum kehamilan untuk mendapat hasil yang optimal.

2. Payudara terasa lebih besar

Pembesaran payudara ini semata-mata karena tubuh mempersiapkan kelenjar mamae untuk menghasilkan air susu. Terkadang putting susu terasa tegang dan gatal. Hal ini juga seringkali menimbulkan striae dan terlihatnya secara nampak pembuluh darah vena dibawah kulit. Pada sebagian ibu hamil, air susu pun mulai keluar selama kehamilan. Hal tersebut normal karena adanya perubahan hormonal.

3. Pembesaran Rahim

Dalam kondisi hamil, rahim dapat membesar dan meregang, di mana keadaan tidak hamil hanya sebesar buah pir. Pembesaran rahim ini akan mengisi ruang panggul lalu rongga perut hingga batas dibawah payudara (diafragma). Ajaibnya, rahim akan kembali ke ukuran semula setelah bayi dilahirkan.

4. Perubahan Kondisi Saluran Cerna

Perubahan hormonal pada wanita hamil menyebabkan ibu hamil sering merasakan mual, muntah, konstipasi bahkan haemoroid. Adanya konstipasi dan peningkatan tekanan pada pembuluh vena dibawah rahim yang bisa menyebabkan haemoroid. Solusinya adalah banyak minum air putih dan konsumsi makanan tinggi serat bisa membantu meminimalkan konstipasi.

5. Perubahan Sistem Perkemihan

Siapa di sini yang karena hamil jadi sering buang air kecil? Saya dulu mengalaminya. Hal ini dikarenakan kandung kemih kita terletak di depan rahim dan seiring dengan pembesaran rahim, kandung kemih tergeser dan tertekan sehingga kapasitas menyimpan urin berkurang. Sering sekali keluhan ibu hamil adalah mengalami anyang-anyangan. Nah setiap saya kontrol kehamilan, saya selalu mendapat pesan dari obgyn bahwa selama hamil tidak boleh menahan buang air kecil. Selain itu kebersihan vagina & organ dalam kemaluan juga harus dijaga, jika tidak, ibu hamil menjadi rawan infeksi.

Semua perubahan ini adalah hal yang normal dialami ibu hamil. Jadi mom tidak perlu khawatir dan cukup nikmati semua fasenya. Karena akan tiba masanya dimana kita kangen hamil lagi loh Mom !