Dampak Kekerasan Verbal pada Anak

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kekerasan verbal adalah kekerasan terhadap perasaan dengan menggunakan kata-kata yang kasar tanpa menyentuh fisiknya. Dan ini bs berdampak pada kondisi emosional anak. Pelaku Kekerasan Verbal Pada Anak biasanya adalah orang dewasa
Sebenernya kekerasan verbal kebanyakan dilakukan bukan karena niat jahat, melainkan tujuannya baik, untuk mendidik anak, hanya pemilihan katanya yang berbau negatif, contohnya: " Kok bego amat sih jadi anak!! Punya otak gak sih? Tuh liat si dedek saja lebih pintar, masa kamu gak bisa ngerjainnya. Kamu emang gak bisa dipercaya ya? "
Ada beberapa bentuk kekerasan verbal, yaitu ucapan-ucapan yang bersifat:
Intimidasi
Memaki
Menghina atau Merendahkan
Menggertak atau Mengancam
Meneriaki
Fitnah
Menakut-nakuti
Labeling
Dan masih banyak lagi contoh-contoh kata2 negatif yang merupakan kekerasan verbal. Baik sengaja ataupun tidak, ini tetap masuk kategori kekerasan verbal karena biasanya akan berdampak pada perkembangan emosional anak
Beberapa dampak kekerasan verbal yang bisa terjadi pada anak:
Tidak Percaya Diri
Anti Sosial
Prestasi Menurun
Pendendam
Membangkang
Prestasi Menurun
Selalu cemas
Murung & Sering merasa depresi
Agresif
Mudah Stress
Terjadi Gangguan Mental
Selain itu masih banyak lagi dampak negatif lainnya dan ini akan berpengaruh buruh terhadap tumbuh kembangnya. Oleh karena itu, sebagai orang tua, kita harus berhati-hati dalam berbicara dan juga harus bisa mengontrol emosi
Untuk menghadapi anak yang sdh terlanjur mengalami dampaknya, usahakan untuk lakukan pendekatan dan beri perhatian dan bicara dari hati ke hati, jika tidak berhasil, dapat dikonsultasikan pada dokter anak atau psikolog.
Semoga bermanfaat.
By: Felicia Denisa
