Daun Sirih Untuk Melawan Bau Mulut

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daun sirih mengandung antioksidan alami dan memilki efek anti-bakterial. Hal ini lah yang akan menghambat pertumbuhan bakteri serta mengurangi produksi zat asam yang dihasilkan oleh bakteri tersebut. Di Cina dan India sendiri, daun sirih seringkali digunakan untuk mencegah bau mulut. Dari hasil penelitian yang dimuat dalam American Journal of Ethnomedicine, daun sirih mengandung minyak atsiri. Di dalamnya terkandung zat allylpyrocatechol (APC) yang dapat mengikat bakteri anaerob penyebab bau mulut.
Cara menggunakan daun sirih untuk mengatasi bau mulut:
Cucilah 2-4 daun sirih segar.
Masukkan ke dalam gelas dan seduh dengan air panas, lalu tutup rapat.
Pakailah untuk berkumur saat masih hangat.
Selain untuk bau mulut, ternyata daun sirih juga berfungsi untuk mengurangi risiko terbentuknya karies gigi. Karena manfaatnya, daun sirih bahkan digunakan sebagai komponen tambahan dalam odol.
Selain daun sirih, Mom juga harus tetap rutin menyikat gigi. Sikat gigi harus diakukan minimal dua kali sehari dan diiringi dengan penggunaan floss. Akumulasi plak pada gigi akan menyebabkan bakteri berlebih penyebab bau mulut. Mom juga perlu membersihkan lidah dengan menggunakan alat pembersih lidah atau dengan menggunakan sikat gigi. Selain itu, obat kumur juga akan membantu melawan bau mulut.
Mom sebaiknya memahami apa saja penyebab dari bau mulut agar dapat terhindar dan mencegah bau mulut:
Tidak sarapan pagi.
Infeksi pada tenggorokan.
Obat-obat anti-depresan yang mengeringkan mulut.
Mengonsumsi minuman beralkohol dan merokok.
Memiliki masalah pada organ hati.
Pendarahan gusi dan sariawan.
Orang yang terkena penyakit apnea tidur, di mana penderita bernafas melalui mulut saat tidur dan menyebabkan mulutnya kering.
Jikalau Mom mengalami bau mulut yang berkepanjangan dan sulit untuk diatasi, maka sebaiknya Mom berkonsultasi kepada dokter.
Semoga bermanfaat.
By: S. S.
Â
VIEW REFERENCE ARTICLE
