Dilema Ketika Anak First Molar

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dilema Ketika Anak First Molar
Minggu lalu anak pertama saya baru saja mengalami fase first Molar atau tumbuhnya gigi geraham yang pertama. Karena first molar ini saya jadi absen di babyo session bersama Pure baby. Awalnya saya tidak tau karena Gejala awal yang muncul saat itu adalah anak saya demam hingga suhu tubuh 38,7°c. Saya pikir itu demam biasa karena flu.
Suhu tubuh naik turun selama 2 hari, tapi tidak ada tanda-tanda batuk atau ingusan, yang ada malah nafsu makan si kakak hilang dan produksi air liur jadi meningkat. Tidak sampai disitu, si kakak juga jadi over rewel. Maunya diperhatikan terus. Gak boleh salah satu hal pasti langsung nangis. Wah pusing juga kepala saya kala itu. Apalagi kan ada si adek juga yang masih asi eksklusif.
Di hari ketiga si kakak juga masih agak demam, susah tidur nyenyak, masih gak mau makan, maunya minum susu aja, dan masih rewel banget. Akhirnya saya dan suami bawalah ke DSA agar drama ini segera berakhir ya minimal berkurang lah. Saat di periksa dokter si kakak nolak buka mulut sampai nangis-nangis, sampai di bujuk rayu dahulu barulah dia bersedia buka mulut dan saat di senter mulutnya ketemulah penyebabnya. Yaitu gusi bawah si kakak kiri kanan bengkak seperti sariawan.
Dan dokter menjelaskan kalau si kakak masuk fase first molar, sebentar lagi gigi geraham depannya akan tumbuh. Gejala-gejala yang dialami kakak tiga hari itu dikatakan normal oleh dokter, memang ada sebagian anak yang pasti mengalami demam, gusi bengkak, malas makan dan tantrum saat akan tumbuh gigi. Tumbuh gigi sebelum-sebelumnya si kakak gak sempat mengalami hal sampai seperti ini, makanya aku ga curiga sama sekali kalau penyebabnya adalah akan tumbuh gigi.
Dan berikut cara aku meringankan efek si first molarnya kakak :
1. Pemberian obat asetaminofen sesuai resep dokter untuk meredakan nyeri pada gusinya.
2. Sering kompres gusi si kakak dengan kapas yang di rendam air dingin, cara ini agak susah sih, karena si kakak gak mau buka mulut jadi aku kasih bongkahan kecil es batu untuk di isap-isap kakak. Ini fungsinya untuk mengurangi bengkak pada gusi.
3. Kasih makanan yang lunak dan dingin, selama gusinya sakit cara ini cukup berhasil untuk membuat kakak mau makan. Saya memberikan pepaya, pisang dingin dan membiarkan si kakak pegang sendiri dan memakannya. Cara ini di bolehkan dokter agar selalu ada asupan makanan atau gizi yang masuk ke perut kakak, bukan hanya susu saja.
Dan setelah 6 hari, demamnya hilang, rewelnya meredah, nafsu makannya mulai ada lagi, benar saja pas saya cek di gusi gigi bawah ada putih-putih muncul. Ah rasanya lega sekali. Drama tumbuh gigi telah berakhir.
