Konten dari Pengguna

Efek Kontrasepsi Suntik 3 Bulan

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aku di sini mau berbagi pengalamanku tentang alat kontrasepsi. Bagiku yang paling pas untuk aku adalah KB suntik 3 bulan, karena saya masih tetap bisa menyusui, dan jaraknya lumayan, 3 bulan sekali kita ke bidan. Meskipun aku takut jarum suntik, kan setidaknya cuma 3 bulan sekali disuntik. 

Efeknya buat tubuhku (ada yang bilang ini tidak cocok ada yang bilang memang efeknya seperti itu): Buat tubuhku jadi ada flek yang terus-menerus setiap hari, awalnya banyak lama namun lama-kelamaan jadi sedikit itu pas mau ke bulan ke-3nya. Pas suntik ulang lagi sama masih ngeflek, ya mau tidak mau demi keamanan tetap KB tapi suami mengeluh tidak bisa berhubungan. Dan suami pun menyesalkan kenapa harus KB suntik yang ngeflek terus.

Bukan cuma suami yang menyesalkan, aku sendiri pun tidak nyaman Moms selalu pakai pembalut, malah jadi bertambah kebutuhan yang harus dibeli.

Jadi mau sistem kalender?

Haduh bahaya takutnya tahu-tahu hamil. Kondom? Bisa ada kemungkinan bocor, bidanku bilang gitu. Itu semua tergantung Moms mau pilih KB yang mana? 

Berbagi pengalaman teman ku, orang yang ada di sekelilingku. Yang bilang kalau KB satu bulan itu tidak bisa menyusui dan ASI jadi seret, dan lumayan lelah kalau setiap bulan harus disuntik dan ketemu bidan, maka untuk yang tidak suka suntik bisa pakai yang 3 bulan seperti aku.

Metode lain:

Implan: Dulu mamaku pasang implan, dan implannya bisa naik turun, jadi menurut saya metode yang satu ini cukup menakutkan.

IUD: Temenku pasang IUD dan alhasil sama seperti aku, ngeflek terus, dan harganya lumayan, kita mesti USG, terus pemasangannya juga lumayan mahal. Selain itu, ternyata saat kondisinya dicek, ada pendarahan di bagian rahim bahkan pada akhirnya rahimnya perlu diangkat.

Semoga bermanfaat. 

By: Mita Rghoniu

Copyright by Babyologist