Konten dari Pengguna

Facts About Speech Sound Disorder

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Facts About Speech Sound Disorder
zoom-in-whitePerbesar

Anak-anak dengan gangguan bunyi bahasa (speech sound disorder) mengalami kesulitan membentuk bunyi bahasa. Mereka mungkin kesulitan mengartikulasikan bunyi-bunyi individu, kesulitan memodulasi volume dan waktu bicara, serta sulit dipahami orang lain. Mereka juga mungkin gagap atau cadel.

Gangguan bunyi bahasa berbeda dari gangguan kemampuan berbahasa karena melibatkan ketidakmampuan menghasilkan suara. Sementara itu, anak-anak dengan gangguan berbahasa berjuang untuk memahami dan menghasilkan bahasa.

Gejala-gejala Gangguan Bunyi Bahasa

Sulit mengkoordinasi gerakan rahang, lidah, dan bibir, yang mana semuanya itu merupakan bagian tubuh yang membantu seseorang memiliki artikulasi jelas

Sulit memahami perkataan orang lain ketika usia si Kecil sudah melewati 3 tahun

Sulit atau berjuang keras untuk menghasilkan bunyi bahasa tertentu

Tertinggal dalam hal perkembangan ujaran dari anak-anak seusianya

Memiliki gangguan pada koordinasi motorik otot wajah, seperti mengunyah atau membuang ingus

Memiliki karakteristik suara serak, parau, atau sengau

Secara tiba-tiba mengubah nada atau volume ucapan

Kehabisan napas saat berbicara

Memiliki gangguan bicara gagap

Perawatan Gangguan Bunyi Bahasa

Gangguan bunyi bahasa biasanya diobati dengan terapi wicara. Anak-anak dapat belajar bagaimana menciptakan suara yang sebelumnya kesulitan mereka produksi dan membedakan antara suara-suara yang mereka ciptakan (yang cenderung mereka campur aduk). Dalam kasus gangguan bunyi bahasa yang ringan, gangguan bisa menghilang dengan sendirinya.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor