Facts About Speech Sound Disorder

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anak-anak dengan gangguan bunyi bahasa (speech sound disorder) mengalami kesulitan membentuk bunyi bahasa. Mereka mungkin kesulitan mengartikulasikan bunyi-bunyi individu, kesulitan memodulasi volume dan waktu bicara, serta sulit dipahami orang lain. Mereka juga mungkin gagap atau cadel.
Gangguan bunyi bahasa berbeda dari gangguan kemampuan berbahasa karena melibatkan ketidakmampuan menghasilkan suara. Sementara itu, anak-anak dengan gangguan berbahasa berjuang untuk memahami dan menghasilkan bahasa.
Gejala-gejala Gangguan Bunyi Bahasa
Sulit mengkoordinasi gerakan rahang, lidah, dan bibir, yang mana semuanya itu merupakan bagian tubuh yang membantu seseorang memiliki artikulasi jelas
Sulit memahami perkataan orang lain ketika usia si Kecil sudah melewati 3 tahun
Sulit atau berjuang keras untuk menghasilkan bunyi bahasa tertentu
Tertinggal dalam hal perkembangan ujaran dari anak-anak seusianya
Memiliki gangguan pada koordinasi motorik otot wajah, seperti mengunyah atau membuang ingus
Memiliki karakteristik suara serak, parau, atau sengau
Secara tiba-tiba mengubah nada atau volume ucapan
Kehabisan napas saat berbicara
Memiliki gangguan bicara gagap
Perawatan Gangguan Bunyi Bahasa
Gangguan bunyi bahasa biasanya diobati dengan terapi wicara. Anak-anak dapat belajar bagaimana menciptakan suara yang sebelumnya kesulitan mereka produksi dan membedakan antara suara-suara yang mereka ciptakan (yang cenderung mereka campur aduk). Dalam kasus gangguan bunyi bahasa yang ringan, gangguan bisa menghilang dengan sendirinya.
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist Editor
