Fakta Seputar Fenugreek: Booster ASI Andalan

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi Moms yang menyusui, fenugreek pasti sudah tidak asing lagi. Fenugreek menjadi komposisi di sebagian besar produk booster ASI yang beredar di pasaran. Yuk, ketahui fakta seputar fenugreek berikut ini!
Fenugreek selain digunakan sebagai obat herbal, juga banyak digunakan sebagai bahan penyedap masakan di Timur Tengah. Di negara Barat, fenugreek juga digunakan sebagai bahan untuk membuat sirup maple.
Banyak sedikitnya ASI yang dihasilkan tetap berdasarkan prinsip supply by demand. Jadi sebanyak apa pun booster ASI yang dikonsumsi, jika Moms jarang menyusui atau pumping, kuantitas ASI tidak akan meningkat secara signifikan.
Fenugreek tidak direkomendasikan untuk ibu hamil karena berisiko menyebabkan kontraksi
Karena sejenis kacang-kacangan, fenugreek juga berpotensi menyebabkan alergi
Mual, muntah, dan diare merupakan efek samping fenugreek yang umumnya terjadi bila dikonsumsi berlebihan
Berdasarkan publikasi yang dilakukan oleh Drugs and Lactation Database (LactMed) dari tahun 2017 sampai 2018, fenugreek menjadi kontraindikasi bagi ibu dengan penyakit diabetes, bermasalah dengan penggumpalan darah, asma, dan bertekanan darah rendah. Bagi ibu dengan penyakit di atas, diharapkan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi fenugreek
Dokter anak sekaligus konsultan menyusui Kanada, Jack Newman, menyarankan untuk mengonsumsi fenugreek sebanyak 2-3 kali sehari dengan dosis 500mg.
Tanda bahwa fenugreek telah cukup diserap tubuh adalah kita dapat mencium aroma fenugreek di kulit kita. Namun, disarankan untuk memulai dengan dosis rendah dulu dan ditingkatkan secara bertahap supaya tidak membuat sistem pencernaan kita terkejut.
Konsumsi fenugreek dapat dihentikan jika produksi ASI telah stabil.
Jack Newman merekomendasikan untuk mengonsumsi fenugreek bersamaan dengan blessed thistle untuk hasil yang optimal. Blessed thistle berbeda ya dengan milk thistle, jadi jangan salah konsumsi.
Semoga bermanfaat.
By: Kristiani Chen.
