Konten dari Pengguna

Faktor Apa Saja yang Bisa Memancing LDR?

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Faktor Apa Saja yang Bisa Memancing LDR?
zoom-in-whitePerbesar

Let Down Reflex (LDR) adalah Refleks keluarnya ASI dari payudara. Refleks ini muncul saat payudara terstimulasi dengan baik ketika menyusui langsung ataupun saat menggunakan pompa. LDR ini memberikan sinyal untuk mengeluarkan hormon oksitosin. Oksitosin adalah hormon pemicu otot-otot sel penghasil ASI berkontraksi dan mengalirkan ASI keluar.

Jadi, saat Moms menyusui terus tiba-tiba PD (payudara) Moms kencang, atau geli, atau ada yang sakit karena tegangnya PD lalu tiba-tiba mendengar si Kecil saat menyusu mengeluarkan suara “glekglek” itu artinya kita LDR.

Saya membuktikannya sendiri ya Moms, LDR saya ketika saya sedang pumping karena lebih kelihatan kalau sedang pumping. Jadi saat LDR tiba tiba ASI menyembur di corong. Dulu saat saya pompa per sesi saya bisa LDR 3-4 kali.

Selain membuat PD cepat kosong, dampak dari LDR adalah kita juga mengumpulkan ASI lebih cepat, baby juga jadi lebih cepat kenyang. Kunci ASI banyak itu adalah PD harus sering dikosongkan dengan cara menyusui ataupun dipompa. Semakin sering kita LDR semakin kosong juga payudara kita.

Tapi jangan sedih LDR itu ada yang mudah ada yang susah tergantung masing-masing Moms. Saat awal perjalanan menyusui saya juga bahkan tidak pernah LDR. Saat tidak pernah LDR ASI yang terkumpul juga sedikit.

Ketika menyusui anak juga jadi tidak sabaran dan pada akhirnya anak nangis. Menderitanya lagi, bagi pumping Mom lebih susah LDR daripada yang menyusui dan bonding langsung dengan baby.

LDR bisa dipancing dengan beberapa faktor

Berpikir positif

Rilex. Nah rileks ini bisa dibantu dengan alunan musik lembut, pijatan, cukup istirahat sebelum menyusui.

Pijat payudara dengan lembut

Pikirkan bayi kita

Lebih sering pompa

Dukungan dari orang sekitar

Semoga bermanfaat.

By: Desi Wijaya