Konten dari Pengguna

Faktor Penyebab Azoospermia

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Faktor Penyebab Azoospermia
zoom-in-whitePerbesar

Azoospermia adalah sesuatu yang bisa memicu kemandulan pada pria, yaitu kondisi sperma kosong dan tidak memiliki sel spermatozoa.

Faktor penyebab dari adanya gangguan ini adalah karena adanya sumbatan pada saluran spermatozoa (azoospermia obstruksi), atau testis yang mengalami kegagalan saat memproduksi spermatozoa (azoospermia non obstruksi).

Kedua hal tersebut merupakan penyebab dari terjadinya masalah azoospermia pada pria yang bisa menyebabkan kemandulan, dan cara penanganannya adalah dengan menyesuaikan dari apa yang menyebabkan terjadinya azoospermia.

Selain karena adanya sumbatan atau tidak adanya sumbatan pada penderita azoospermia, beberapa penyebab lain yang mungkin terjadi dan mengakibatkan adanya gangguan azoospermia adalah faktor keturunan, testis tidak berada pada kantung testis, adanya kelainan tidak dapat mencium bau (menghidu), penggunaan hormon testosteron, riwayat testis terpuntir (torsio) dan riwayat pengobatan kanker juga memungkinkan memicu terjadinya azoospermia.

Penyebab sumbatan yang terjadi juga bisa diakibatkan oleh riwayat operasi pada daerah inguinal. Operasi ini digunakan untuk vaksonomi atau kontrasepsi mantap. Dan sering kali justru menyebabkan kelainan obstruksi, salah satunya adalah azoospermia.

Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan riwayat infeksi yang pernah Anda derita karena infeksi juga merupakan salah satu penyebab terjadinya penyumbatan pada aliran spermatozoa yang juga bisa merusak pabrik spermatozoa.

Untuk melihat penyebab pasti adanya gangguan azoospermia, maka diperlukan pemeriksaan fisik oleh tim medis dan selain dengan cara diwawancara mengenai berbagai hal yang dirasa sebagai gejala kelainan. Untuk lebih lanjut, dokter juga biasanya akan melakukan USG untuk memastikan penyebab dari azoospermia tersebut. Setelah diketahui pasti penyebabnya, maka akan dilanjut dengan penanganan yang tepat disesuaikan dengan penyebab dari azospermia tersebut.

Salah satu ciri yang mungkin terjadi adalah ukuran testis yang lebih kecil dari ukuran normal dan terasa lebih lembek yang memungkinkan tidak terjadi sumbatan pada gangguan azoospermia tersebut. Jika saluran spermatozoa tidak teraba atau ada beberapa jaringan saluran yang menyebar, maka kemungkinan terjadinya sumbatan merupakan penyebab dari azoospermia.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor