Konten dari Pengguna

Gejala dan Penyebab Mutisme Selektif pada Anak

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gejala dan Penyebab Mutisme Selektif pada Anak
zoom-in-whitePerbesar

Selective Mutism (SM) atau Mutisme Selektif adalah gangguan kecemasan masa kanak-kanak yang ditandai oleh ketidakmampuan seorang anak untuk berbicara dan berkomunikasi secara efektif dalam situasi sosial. Anak-anak dengan mutisme selektif tidak memulai pembicaraan atau merespon secara timbal balik ketika diajak berbicara oleh orang lain dalam situasi sosial. Gangguan ini dapat terjadi dalam situasi sosial yang melibatkan baik anak-anak maupun orang dewasa.

Meskipun demikian, anak-anak dengan mutisme selektif dapat berkomunikasi dengan jelas dan efektif dalam situasi yang dirasa nyaman, aman, dan tenang oleh mereka. Anak-anak ini akan berbicara di rumah di hadapan anggota keluarga dekat atau dengan teman dekat. Ciri-ciri mutisme selektif adalah kurangnya pembicaraan dalam situasi tertentu dan dapat mengganggu fungsi sosial dan akademik seorang anak.

Mutisme selektif biasanya dimulai sebelum seorang anak berusia 5 tahun. Akan tetapi, para penderita mungkin tidak mendapatkan perhatian klinis sampai masuk sekolah. Pada saat seorang anak masuk sekolah, ada peningkatan dalam interaksi sosial dan ada tugas-tugas sekolah. Anak-anak yang menderita mutisme selektif berjuang untuk membaca nyaring, berbicara di depan kelas, atau bekerja dalam kelompok besar. Hal ini bisa membuat sekolah terasa seperti latihan untuk bertahan hidup bahkan saat suasana hatinya sedang baik.

Gejala-gejala Mutisme Selektif

Kegagalan yang konsisten untuk berbicara dalam situasi sosial tertentu saat ada ekspektasi untuk berbicara, meskipun sang anak dapat bebricara dalam situasi lain

Tidak berbicara hingga mengganggu pencapaian akademis, pekerjaan, atau dengan komunikasi sosial

Berlangsung setidaknya 1 bulan, tidak terbatas pada bulan pertama sekolah

Kegagalan untuk berbicara bukan karena kurangnya pengetahuan tentang hal yang seharusnya dibicarakan atau kenyamanan dengan bahasa lisan

Gejala lain dari mutisme selektif dapat termasuk:

Rasa malu yang berlebihan

Isolasi sosial

Takut malu di depan sekelompok orang

Tidak mau berpisah dengan pengasuh

Amarah (temper tantrums)

Perilaku oposisi

Sifat kompulsif, dan

Negativitas

Penyebab Mutisme Selektif

Faktor temperamentalPerhatikan penghambatan perilaku, pengaruh negatif, dan riwayat orangtua yang pemalu, isolasi sosial, dan kecemasan sosial. Anak-anak yang didiagnosis dengan mutisme selektif mungkin juga memiliki kesulitan bahasa reseptif.

Masalah lingkunganOrangtua yang menunjukkan model penghambatan sosial perilaku untuk anak-anak. Perilaku yang terlalu mengontrol atau terlalu protektif di pihak orangtua juga bisa menjadi risiko.

Faktor genetikKarena tumpang tindih dengan kecemasan sosial, mungkin ada komponen genetik yang antara 2 gangguan.

Selain itu, mutisme selektif memiliki komorbiditas dengan gangguan lain. Komorbiditas paling umum untuk mutisme selektif adalah dengan gangguan kecemasan lainnya termasuk gangguan kecemasan sosial, gangguan kecemasan perpisahan (separation anxiety), dan fobia spesifik.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor