Gejala dan Perangai Anak yang Idap Sindrom Anak Kedua

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Gejala dan Perangai Anak yang Idap Sindrom Anak Kedua
Sejak dulu hingga sekarang, ada kepercayaan di masyarakat tentang bahwa anak kedua tidak mendapatkan perhatian orang tua sebagaimana anak tertua atau termuda dalam rumah tangga. Mungkin ini bukan masalah bagi Moms & Dads karena Anda berdua merasa telah memberikan perhatian yang sama kepada si Nomor Dua seperti kakak dan adiknya. Namun, Moms & Dads tetap harus mengetahui apa yang mendasari sindrom anak kedua untuk menghindari masalah-masalah dalam rumah tangga. Untuk itu, simaklah penjelasan berikut.
Definisi sindrom anak kedua
Sindrom anak kedua adalah gangguan mental yang dialami oleh anak kedua karena pengaruh kehadiran saudara kandung. Situasi ini bisa muncul ketika orang tua memanjakan anak bungsu dan memberikan semua tanggung jawab kepada anak tertua sementara anak kedua tidak mendapatkan apa-apa. Para anak kedua ini sering merasa diabaikan ketika sedang mengalami kesulitan dalam hidup mereka. Mereka tidak pernah secara terang-terangan mengeluarkan uneg-uneg tentang merasa diabaikan ini tetapi mereka sering memberikan petunjuk-petunjuk tidak langsung tentang perilaku tidak nyaman mereka.
Tidak semua anak kedua mengalami sindrom anak kedua. Di dalam rumah tangga yang memperlakukan semua anak sama, tidak ada tanda-tanda sindrom ini muncul. Masalah ini dapat mudah muncul apabila ada favoritisme dan keberpihakan ekstrem dari orang tua terhadap satu anak.
Tanda dan gejala sindrom anak kedua
Lihatlah tanda-tanda berikut pada si Nomor Dua dan pahamilah alasan-alasan mengapa dia menjauh dari Moms:
1. Memiliki rasa percaya diri rendah dan mudah iri
Karena sering dibanding-bandingkan dengan anak pertama, anak kedua bisa menjadi kurang percaya diri. Rasa iri pun dapat muncul apabila Moms sering menjadikan kakaknya sebagai contoh. Oleh karena itu, jangan pernah membanding-bandingkan anak-anak karena hanya akan membuat mereka membenci satu sama lain dan menurunkan rasa kepercayaan diri mereka.
2. Tidak punya arah tujuan hidup
Anak kedua yang kurang mendapatkan perhatian orang tua bisa menjadi tanpa arah, tidak mengetahui tujuan dan ambisi mereka, serta kurang memiliki keterampilan sosial. Ini terjadi karena orang tua mereka lebih fokus kepada anak yang lebih tua atau bungsu.
3. Merasa bahwa tidak ada yang diharapkan dari mereka
Karena tidak pernah mendengar pujian atau menikmati waktu sendiri bersama orang tua, mereka mulai merasa bahwa keluarga mereka tidak mengharapkan apa pun dari mereka. Mereka merasa tidak pandai melakukan apa pun, dan tidak berharap orang memberi mereka tanggung jawab apa pun.
Tips mencegah sindrom anak kedua
Memberikan pengasuhan yang benar dan tepat serta konseling adalah dua cara paling efisien untuk mengatasi sindrom anak kedua. Dengan bantuan dukungan dari keluarga, kerabat, serta teman-teman si Nomor Dua, dia akan tumbuh menjadi pribadi yang menghargai kehidupannya. Moms & Dads harus melakukan beberapa hal di bawah ini agar si Nomor Dua tidak merasa dikucilkan:
1. Berikan perlakuan yang sama kepada semua anak. Jangan membanding-bandingkan dirinya dengan kakak dan adiknya.
2. Berilah petunjuk secara langsung bagaimana cara yang benar dalam melakukan sesuatu alih-alih memintanya memerhatikan kakak atau adiknya.
3. Jangan berlebihan dalam memanjakan semua anak. Ajarkan mereka untuk mandiri.
4. Jadilah pendengar, bukan hakim, terhadap apa yang dikatakan anak-anak. Jangan mengesampingkan pertanyaan atau antusiasime apa pun yang mungkin mereka tunjukkan.
5. Biarkan setiap anak mencari identitasnya sendiri. Mereka dilahirkan berbeda dan sesungguhnya berhak untuk menjadi pribadi yang unik.
6. Seringlah bermain bersama semua anak. Abadikan momen dan kenangan anak-anak dan biarkan mereka tahu bahwa mereka istimewa dan unik.
7. Tetaplah ada di samping semua anak pada saat mereka sukses atau gagal. Berikan dukungan kepada mereka untuk mengatasi masalah-masalah yang mereka hadapi.
8. Ajari mereka untuk berbagi sesama saudara dan mencintai saudara kandung sendiri
Itulah beberapa informasi yang dapat kami sampaikan mengenai sindrom anak kedua. Semoga menambah wawasan Moms & Dads dalam hal mengasuh anak.
