Konten dari Pengguna

Gejala Keracunan Makanan dan Pertolongan Pertama Mengatasinya

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Keracunan makanan paling umum disebabkan oleh konsumsi makanan yang tidak steril, tidak diolah dengan benar, dan buruknya kebersihan diri maupun lingkungan. Semua faktor tersebut mengundang bakteri penyebab keracunan makanan untuk hinggap di makanan.

Patogen penyebab keracunan makanan paling umum adalah bakteri, diikuti dengan jamur, virus, parasit, dan alga. Patogen yang hinggap di makanan ikut terkonsumsi lalu kemudian berkembang biak di saluran pencernaan. Mereka menghasilkan racun yang mengiritasi bahkan merusak dinding dan jaringan di saluran cerna.

Gejala keracunan makanan paling umum

Gejala keracunan makanan tidak langsung muncul begitu seseorang mengonsumsi makanan yang berkuman jahat. Biasanya, gejala akan muncul sekitar 6 hingga 72 jam kemudian, tergantung dari jenis kuman penyebab keracunan. Setelah masa inkubasi berlangsung, penderita akan merasakan gejala-gejala keracunan makanan sebagai berikut:

  • Mual-mual
  • Muntah-muntah
  • Dehidrasi karena mual dan muntah
  • Diare, bahkan dapat disertai darah
  • Perut terasa nyeri dan kram
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Sesak napas
  • Nyeri otot
  • Badan lemah dan kelelahan

Gejala-gejala keracunan makanan tersebut akan berlangsung hingga tiga hari, tergantung pada jenis kuman penyebabnya. Untuk mengatasinya, ada beberapa langkah yang bisa diambil.

Secara umum, pertolongan pertama pada keracunan makanan adalah:

  • Banyak minum air putih dan/atau oralit (larutan gula-garam) untuk mencegah dehidrasi
  • Minum obat anti diare untuk menyembuhkan diare serta menyerap racun di dalam usus
  • Makan makanan padat secara perlahan sampai akhirnya bisa mengonsumsi makanan seperti biasa
  • Jangan mengonsumsi obat antimuntah kecuali jika mengalami dehidrasi parah
  • Jaga kebersihan pribadi dan lingkungan serta terapkan pola hidup sehat
  • Minum antibiotik untuk mencegah infeksi sesuai anjuran dokter

Agar tidak keracunan makanan, coba terapkan tips ini:

  • Cuci tangan sebelum makan
  • Cuci sayur dan buah sebelum dikupas, dipotong, atau dimakan langsung
  • Olah makanan dengan benar (misalnya masak makanan hingga matang)
  • Pisahkan bahan pangan mentah dan matang saat menyimpan makanan
  • Pastikan suhu freezer di bawah 4 derajat Celcius untuk menyimpan makanan
  • Taruh makanan di wadah kedap udara dan jauh dari paparan sinar matahari jika hendak disimpan
  • Hindari mengonsumsi olahan produk susu yang belum dipasteurisasi