Gelombang Cinta Romantis Dari Baby Boy ku

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Gelombang Cinta Romantis Dari Baby Boy ku
Melahirkan adalah momen yang tak akan terlupakan bagi seorang wanita. Momen yang membuat kita terharu bahagia. Momen yang membuat status seorang wanita menjadi ibu. Sering kali kita mendengar jika melahirkan normal, kontraksinya itu sakit luar biasa. Bisa sampai berjam-jam atau malahan berhari-hari. Kesan pertama saya mendengar pernyataan itu, ya pasti takutlah moms. Tidak percaya diri dan dalam hati bilang kayaknya saya Caesar aja deh.
Saya mau share sedikit tentang momen persalinan anak kedua saya. Persalinan yang sangat jauh berbeda dari anak pertama saya dulu meskipun sama-sama melahirkan normal.
Memasuki usia kehamilan 38 week, seperti biasa saya melakukan pemeriksaan rutin di salah satu klinik dokter kandungan di daerah saya. Waktu itu, dokter mengatakan jika sampai 1 minggu ke depan, tidak ada tanda-tanda kontraksi maka dokter akan melakukan tindakan induksi seperti yang dilakukan pada proses persalinan anak pertama saya dulu. Waktu itu, saya menanggapi santai saja moms mengingat tindakan induksi sudah pernah saya alami.
Besoknya saya tetap ke kantor karena kebetulan waktu itu pekerjaan serba deadline dan saya tidak merasakan kontraksi apa-apa. Tepat 2 hari setelah pemeriksaan hari Kamis, 24 Januari 2019 saya masih ke kantor diantar sama suami. Seperti biasa saya bekerja tanpa beban. Pukul 13.00, saya merasa mual dan sempat muntah 2 kali. Saya heran juga sih sebenarnya, kenapa muntahnya baru sekarang justru di trimester 3?
Perut dan punggung saya mulai sakit cuman saya abaikan moms. Saya tetap dengan pekerjaan di depan komputer dan sesekali berdiri atau berjalan-jalan kecil di dalam ruangan. Saya berusaha tidak panik dan mengatur napas dengan baik. Justru teman-teman kantor saya yang sedikit heboh dan panik menyuruh cepat pulang takutnya saya lahiran di kantor. Tapi saya tidak hiraukan.
Sekitar pukul 15.00, saya pulang kantor dan langsung ke pasar berhubung ada yang harus saya beli. Saya tetap santai lho moms. Saya tetap melakukan aktivitas seperti biasa tanpa berpikir akan lahiran secepat itu juga. Puncaknya setelah shalat magrib, seperti ada cairan yg keluar tapi tidak banyak. Saya dan suami memutuskan untuk segera ke dokter dengan membawa persiapan lahiran yang sudah dipacking jauh-jauh hari sebelumnya. Dapat giliran diperiksa sekitar pukul 20.00.
Pas diperiksa, dokternya bilang sudah pembukaan 4. What?? Dari tadi saya santai-santai ternyata sudah pembukaan 4? Ya Allah, segitu romantisnya baby boy ku. Tidak buat mamanya sakit-sakit amat. Alhamdulillah sekitar pukul 21.30 baby boyku lahir ke dunia. Gelombang cinta yang bagi saya luar biasa romantis. Tidak butuh waktu lama saya merasakan gelombang cinta hingga sampai pembukaan lengkap.
Sakitnya pun masih dalam batas yang bisa saya tahan dan tetap santai. Mengejan 2 kali, baby boy ku sudah lahir. Sungguh luar biasa nikmat melahirkan yang sangat indah. Tetap romantis seperti ini ya nak sampai kapanpun. Hmmm, jadi mewek aku moms.
Bagaimanapun proses kelahiran yang dialami seorang ibu, tetap kita akan merasakan nikmat yang luar biasa setelah melihat bayi mungil lahir di dunia. Tetap happy, sugesti diri dengan hal-hal yang positif, jaga kesehatan, olahraga kecil, makan makanan yang bergizi, insyaAllah lancar sampai persalinan. Semangat ya para ibu hamil.
