Granuloma Umbilikalis Muncul? Jangan Panik!

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Granuloma Umbilikalis Muncul? Jangan Panik!

Granuloma umbilikalis, kasus yang masih termasuk langka terjadi pada bayi yang baru lahir dan bayi saya mengalaminya. Waktu itu sesuai saran dokter bahwa tali pusat bayi harus selalu diusahakan dalam kondisi kering dan tidak perlu diberi cairan apapun. Mengapa? Karena tali pusat bayi masih sangat sensitif dan tali pusat terhubung langsung dengan usus. Jika kita memberikan cairan sembarangan, dikhawatirkan justru berefek tidak baik bagi bayi.
Bayi saya waktu itu puput tali pusat saat hari ke 8 dia lahir. Namun, saat itu tali pusat belum putus sempurna. Artinya masih ada bagian yang masih menempel walau sangat sedikit. Karena saya bingung, saya pun menanyakan pada orang tua saya bagaimana baiknya. Akhirnya orang tua saya melepas bagian yg masih menempel dengan memutus secara paksa.
Saya waktu itu tidak mengerti sama sekali bahwa hal ini justru menjadi boomerang bagi saya. Ya, beberapa minggu kemudian saat saya mengeringkan pusar bayi saya, saya menemukan benjolan merah muncul dari pusar bayi saya. Saya pun gelisah dan khawatir. Hal yang saya lakukan pertama adalah searching.
Setelah membaca artikel ke sana kemari, saya baru menduga bahwa benjolan yg ada di pusar bayi saya adalah granuloma umbilikalis. Granuloma umbilikalis ini dapat terjadi karena setelah tali pusar putus, seharusnya jaringan menutup dengan sendirinya, namun pada granuloma umbilikalis, jaringan justru membengkak dan tidak menutup.
Berdasarkan hasil searching, ada kasus bayi yang pernah mengalami dan DSA menyarankan resep albothyl. Akhirnya setelah diberi albothyl sembuh. Ya albothyl memang berfungsi untuk mematikan jaringan dan granuloma ini adalah jaringan yang hidup dan tumbuh yang mestinya harus dimatikan agar tidak terus berkembang. Namun dalam hati, dimana saya bisa mendapatkannya? Karena belum lama ini saya dengar albothyl sudah tidak beredar dipasaran. Saya pun sedih. Haruskah ke DSA?
Karena bingung saya pun mencoba menanyakan hal ini pada teman saya yang kebetulan seorang bidan. Berdasarkan penjelasannya, dia mengatakan bahwa benar itu yg disebut granuloma, dia menyarankan saya untuk tetap menjaga agar pusar selalu dalam kondisi kering terutama setelah mandi, wajib dikeringkan dengan handuk. Selain itu, usahakan pusar jangan bergesekan dengan popok atau celana.
Lalu, untuk granuloma ini nanti akan hilang dengan sendirinya meski dalam waktu yang lama. Alhamdulillah dengan tetap menjaga kebersihan dan keringnya pusar, granuloma itu menghitam, kering, dan tenggelam dengan sendirinya setelah beberapa bulan sejak saya lihat munculnya granuloma itu.
Nah Moms, sebenarnya granuloma ini memang bisa terjadi pada bayi yang baru lahir, tapi kasusnya memang masih tergolong langka. Selain itu, tingkat keparahan juga berbeda-beda. Ada yg bisa hilang dengan sendirinya, ada yang perlu pengobatan dengan nitrat, bahkan ada yang harus dilakukan pembedahan. Penyebabnya adalah setelah tali pusat lepas, terdapat daerah tali pusat yang masih terbuka dan belum tertutup kulit. Beberapa kasus tersebut menimbulkan tumbuhnya jaringan granuloma.
Nah, beberapa kasus yang terjadi menunjukkan bahwa jika tali pusat diputus secara paksa, maka bisa memicu timbulnya granuloma seperti pada kasus bayi saya. Jadi, sebaiknya jika tali pusat belum benar-benar lepas dengan sendirinya, jangan sesekali mencoba untuk melepasnya ya, Moms. Kasus-kasus yang lain ada yang tiba-tiba saja muncul granuloma ini.
Untuk itu, jika suatu saat hal ini terjadi pada bayi Moms, tidak perlu khawatir ya, Moms. Granuloma yang pada umumnya terjadi memang bisa hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Namun jika kemunculan granuloma membuat bayi Moms demam, rewel, atau granuloma membesar dalam jangka waktu yang cepat, sebaiknya segera konsultasi ke dokter ya, Moms.
