Konten dari Pengguna

Hamil 7 Bulan Dada Sesak, Apa Sebabnya?

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hamil 7 Bulan Dada Sesak, Apa Sebabnya?
zoom-in-whitePerbesar

Hamil 7 bulan dada sesak merupakan salah satu perubahan yang sangat mengganggu ya Moms. Kondisi ini biasa terjadi pada wanita hamil trimester ketiga karena perkembangan janin yang cukup pesat. Akibatnya, diafragma tertekan karena posisinya naik menjadi 4 cm yang berakibat pada tertekannya paru-paru. Kondisi ini semakin parah saat Moms hamil kembar atau kelebihan air ketuban.

Hamil 7 Bulan Dada Sesak Apakah Berbahaya?

Hal ini tidak dianggap berbahaya selama Moms tidak mengalami gejala lainnya. Kecuali Moms memiliki riwayat asma atau pneumonia, sesak napas saat hamil bisa jadi merupakan tanda-tanda penyakit ini semakin buruk. Karena itu, demi mengurangi risiko ini, dokter menyarankan Moms melakukan vaksinasi flu.

Selain itu, kondisi sesak napas jadi lebih berbahaya kalau sumber masalahnya pada emboli paru atau gumpalan darah yang menyumbat organ paru-paru. Hal ini diakibatkan oleh perubahan mekanisme tubuh dalam hal pembekuan darah.

Selain penyakit-penyakit di atas, kondisi anemia juga menjadi pemicu utama karena tubuh bekerja ekstra keras untuk memasok oksigen untuk kebutuhan energi.

Jika Moms mengalami gejala di bawah ini, segera periksakan ke dokter

Degup jantung meningkat dan terasa tidak beraturan

Saat Moms menarik napas, dada terasa sakit

Untuk penderita asma, kondisi ini menyebabkan pernapasan terasa lebih buruk

Perhatikan jari-jari, kuku, bibir dan wajah. Bila pucat dan kebiruan sebaiknya cepat ambil tindakan

Keluar batuk yang tidak kunjung berhenti disertai darah dan demam

Saat berbaring, sesak napas terasa semakin parah

Apa yang Bisa Moms Lakukan Agar Sesak Napas Tidak Semakin Parah?

Tegakkan punggung sambil menarik pundak ke belakang saat berdiri dan duduk agar paru-paru bisa mengembang dengan baik.

Jaga berat badan, jangan sampai melebihi batas maksimal.

Tidurlah dengan posisi miring kiri dan hindari tidur telentang.

Istirahatlah saat berjalan terlalu lama atau jauh.

Bentangkan tangan ke atas kepala sampai tulang rusuk terangkat dan oksigen masuk ke paru-paru lebih banyak.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor