Konten dari Pengguna

Hamil dengan Infeksi Saluran Kencing (ISK)

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Halloo Moms & Moms to be,

Perkenalkan saya Nita, seorang pekerja dan a new mom of mybaby A. Mau sharing sedikit soal kehamilanku dan diagnosis infeksi saluran kencing (ISK) yg sempat kualami 2x. Iya, dua kali. 

Sebelum banyak cerita.. sedikit info soal ISK yang didefinisikan sbg Infeksi pada salah satu bagian dari sistem urine, ginjal, kandung kemih, atau uretra. ISK ini jg merupakan jenia infeksi terbanyak terjadi setelah infeksi pernapasan. Perempuan lebih beresiko menderita infeksi saluran kemih dibandingkan pada pria karena secara anatomis uretra wanita lebih pendek dari pada uretra pada pria. Perempuan saat hamil lebih beresiko lagi menderita infeksi saluran kemih karena perubahan anatomis dan fisiologis yang terjadi pada tubuhnya. Sebanyak 20% kasus infeksi saluran kemih terjadi pada ibu hamil (Fitz dan Grazino, 2007). Kenapa bisa terjadi ISK? Karena infeksi bakteri. 

Di kasus saya, awal cerita bermula saat Kamar mandi kantor airnya mati dan fyi, kantor saya di lantai 2- tanpa ada lift. Karena saat itu sy hamil 5 bulan, perut sudah ‘mblendung’ dan jadwal mengajar yg lumayan padat, akhirnya nahan pipis karna mikir ah.. biasanya jg Gpp. Ternyata kali ini beda, langsung berasa anyang-anyangan sehari setelahnya. Lgsg ke SpOG dan dinyatakan ISK. Sayangnya.. diagnosis pertama ini tdk disertai tes lab urin, hny berdasarkan gejala yg kuceritakan.  Dikasih lah antibiotik dan obat lain, karna sy agak parno pakai antibiotik while pregnant, sy pastikan k obgyn, tanya dl k temen2 farmasi dan googling - sdh mantep hati, baru minum.

Minum obat sekitar 1 mingguan dan alhamdulillah hilang. Sempet khawatir bgt krn Obgyn jg blg bhw ISK pd ibu hamil ini bs bikin bayi lahir prematur :(Ternyata berdasarkan penelitian jg menyebutkan begitu. 

“Terdapat hubungan yang erat pada terjadinya persalinan prematur, preeclampsia, hipertensi, gangguan pertumbuhan janin dalam rahim / intra uterine grow restriction(IUGR) dan persalinan secara seksiosesar pada pasien hamil yang mengalami infeksi saluran kemih. Oleh karena itu infeksi saluran kemih pada kehamilan perlu mendapat perhatian yang serius. Penanganan yang cepat dapat membantu mencegah terjadinya komplikasi (Schnarr&Smaill, 2008; HUI, 2015; Less, 2011)”

Nggak lama kemudian di usia kehamiln 6 minggu, (saat itu jg sy sdg berduka krn ayah saya wafat), saya merasakan lg gejala ISK. Di beberapa kasus, ISK sifatnya asimtomatik (tidak menunjukkan gejala, ini malah yg serem ya krn kita gatau). Jd ngerasa anyang-anyangan lagi.. pengen ke toilet terus, tapi sampai toilet nggak bisa pipis... kali ini saya ganti dr Obgyn, karena mau bandingin diagnosisnya. D obgyn kedua, ternyata sy diminta utk cek urin, dan bener hasilnya memang Leukosit (+) yg artinya ada infeksi. Trus buat tau bakteri apa yg menginfeksi, dilakukan kultur urin- tujuannya biar tau antibiotik apa yg pas diberikan.

Nah, diagnosis yg kedua ini menurutku lbh komprehensif, antibiotik yg diberikan jg 1x minum. Ditambah obat lain utk pencegahan ISK lg sptnya.Kapok sampai ISK 2x, akhirnya mulai menerapkan bbrp hal: ga nahan kencing, minum harus >2L/hari, pakai toilet sanitizer (terutama kl kencing di toilet duduk krn hamil susah ya d toilet jongkok), dan selalu bw handuk kecil/toilet tissue setiap kali BAK/BAB. Oya, kurang minum jg bs jd slh satu faktor risiko utama terjadinya ISK, selama hamil, sy merasa jg krg minum air karna kl minum air kyk malah bikin mual- akhirnya sy siasati dg minum yg manis2 spy asupan cairan bs capai >2L, gpp ya minum manis2 asal kenaikan BB slma hamil msh normal :)

Karena dampak yg cukup serius dari ISK, yuk mommies mulai aware dgn issue ini karena tdk menutup kemungkinan akan terkena jg karna mmg bumil lbh rentan terkena ISK. Tapi jgn terlalu khawatir jg karena ini treatable alias bisa disembuhkan asalkan mommies mengenali gejalanya dan segera ke Obgyn!