Hamil Dengan Plasenta Previa Bisa Melahirkan Secara Normal?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjalani kehamilan hingga persalinan dengan lancar tanpa kendala adalah dambaan setiap wanita. Kuncinya adalah menjalani pola hidup sehat dan rutin melakukan pemeriksaan. Namun terkadang ada hal-hal di luar kendali kita yang terjadi dalam rentang waktu 40 minggu tersebut. Asalkan ibu dan bayi sehat, mungkin kita bisa bernafas lega. Namun ada beberapa urgensi yang patut diberi perhatian lebih karena memiliki risiko tinggi dalam kehamilan dan persalinan.
Salah satunya adalah plasenta previa. Mungkin istilah ini sudah tidak asing lagi bagi Moms semua, karena memang plasenta previa sangat umum dan banyak terjadi dalam kehamilan. Praktisnya, plasenta previa adalah letak plasenta di bagian bawah rahim, di mana umumnya plasenta berada di bagian atas.
Dilansir dari mayoclinic.org., tidak ada penanganan medis atau pembedahan apapun yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan plasenta previa, namun ada beberapa opsi perawatan untuk mencegah ataupun menangani pendarahan atau bleeding yang mungkin terjadi saat hamil dan melahirkan. Contohnya adalah membatasi aktivitas fisik selama hamil dan bed rest total.
Apakah kehamilan dengan plasenta previa akan selalu melahirkan dengan operasi caesar? Jawabannya, tergantung kategori plasenta previa yang dialami.
Secara umum, plasenta previa terbagi menjadi 3
Complete previa: jalan lahir tertutup secara keseluruhan oleh plasenta.
Partial previa: sebagian jalan lahir tertutup plasenta.
Marginal previa: plasenta terletak dekat sekali atau bahkan tepat di tepi jalan lahir.
Pengalaman yang saya alami, saat USG di usia kehamilan sekitar 25 minggu saya terdeteksi plasenta previa marginal, artinya sangat dekat dengan jalan lahir namun tidak menutupi. Kabar baiknya, plasenta itu bagaikan permen karet yang melekat di sebuah balon (rahim kita).
Bayangkan jika sebuah balon dengan permen karet yang melekat, kita tiup sehingga ukurannya semakin besar. Secara tidak langsung, permen karet tersebut seakan berpindah bukan? Jadi, semakin besar ukuran rahim karena pertambahan usia kehamilan, maka plasenta akan 'bergeser' entah itu semakin ke atas menjauhi jalan lahir atau malah sebaliknya.
Saya mengalami plasenta yang bergeser cukup jauh dari jalan lahir (sekitar 10 cm) di akhir trimester ketiga. Oleh karena itu, dokter menyetujui kalau akhirnya saya bisa melahirkan secara normal. Karena jarak minimal plasenta dari jalan lahir untuk dapat melahirkan normal dengan minim risiko adalah sekitar 5 cm, tergantung kondisi tiap kehamilan ya Moms.
Bagi Moms yang hamil dengan plasenta previa, jika berkeinginan untuk melahirkan normal perhatikan hal berikut
<ul>
Pastikan kategori plasenta previa di kehamilan Moms semuaKarena penanganannya juga akan berbeda. Untuk kategori complete previa, kemungkinan kegiatan sehari-sehari Moms akan lebih dibatasi oleh dokter.
Rutin cek kehamilan ke dokter atau bidanLebih baik jika rutin dilakukan pengukuran jarak plasenta ke jalan lahir, biasanya sudah bisa dilakukan lewat USG abdominal biasa, namun hasil USG transvaginal akan lebih akurat.
Cairan dan nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil terpenuhiPastikan tubuh Moms selalu cukup cairan dan makan makanan yang bergizi juga jangan terlalu lelah. Semua ibu hamil juga perlu ya poin ini, namun ibu hamil dengan PP harus lebih berhati-hati.
Ada tidaknya potensi pendarahanTidak semua kehamilan dengan plasenta previa akan mengalami pendarahan. Namun jika kelelahan atau mobilitas terlalu tinggi, ada potensi pendarahan bagi Moms yang hamil dengan plasenta previa. Tentunya cukup berisiko, namun tetaplah tenang dan segera hubungi dokter jika mengalaminya.
Plasenta previa bukanlah penyakit, Moms dan calon buah hati dapat menjalani masa kehamilan dengan baik dan sehat asalkan selalu memperhatikan anjuran dari dokter.
Semoga bermanfaat.
By: Afra Meilianda
Copyright by Babyologist
