Hati-hati Kalau Sudah Terserang, Begini Cara Tepat Penanganan Campak pada Bayi

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja termasuk balita. Mulanya, penyakit ini merupakan masalah terbesar penyebab kematian setiap tahun. Untungnya, imunisasi campak telah menangani sebagian besar kasus campak pada bayi.
Definisi Penyakit Campak
Campak adalah penyakit yang ditularkan melalui kontak langsung atau lewat udara antara penderita dengan orang lain. Penyebab dari campak berasal dari virus dari keluarga Paramyxovirus yang menyerang saluran pernapasan kemudian menyebar hingga seluruh tubuh.
Gejala Penyakit Campak
- Demam tinggi hingga 40 derajat celcius.
- Mata merah, berair dan sensitif terhadap cahaya.
- Pilek, bersin, batuk kering, mudah lelah, nafsu makan menurun.
- Muncul bintik-bintik putih keabuan di mulut dan tenggorokan.
- Muncul ruam kulit yang berwarna kemerahan pada hari ke 7-14 dimulai dari telinga, kepala, leher dan menyebar ke seluruh tubuh. Ruam kulit akan bertahan selama 4-10 hari. Namun, demam bisa turun pada hari ketiga.
Demam yang sudah turun tetapi gejala campak masih tampak dapat menyebabkan komplikasi serius.
Penyebaran dan Faktor Risiko Campak
Campak secara umum lebih sering menyerang anak-anak. Akan tetapi, bukan berarti orang dewasa tidak akan terserang campak sama sekali. Orang dewasa tetap berisiko terkena campak jika ketika kanak-kanak belum pernah terkena penyakit ini.
Cara Tepat Penanganan Campak pada Bayi dan Anak-Anak
- Istirahat cukupPastikan si Kecil tidak melakukan aktivitas yang terlalu banyak menyita waktu dan tenaganya. Istirahat cukup membantu mendapatkan kembali stamina serta kekebalan tubuhnya dalam melawan virus campak.
- Batasi kontak dengan lingkunganKarena bersifat sangat menular, si Kecil yang terkena campak perlu dijauhkan terlebih dahulu dari orang-orang. Selain itu, pastikan orang-orang yang merawatnya juga menjaga diri dengan tidak menggunakan benda-benda, khususnya peralatan mandi, yang sama dengan si Kecil dari kontak dengan bayi yang sedang mengalami campak, seperti perlu memakai masker, tidak menggunakan sabun yang sama dst.
- Perhatikan asupan makananMakanan bergizi membantu memperkuat daya tahan tubuh seseorang dalam melawan virus yang menjangkiti tubuhnya. Maka dari itu, Moms harus tetap memberikan asupan makanan bergizi seimbang plus tambahan vitamin. Akan tetapi, penderita campak cenderung memiliki nafsu makan kurang dan sakit kerongkongan. Untuk menyiasati masalah ini, sajikan bubur atau makanan lembut bergizi tinggi.
- Rutin mandiBanyak orang percaya bahwa saat sedang sakit campak, anak-anak tidak boleh terkena air yang nanti akan memperparah ruam merahnya. Padahal, itu salah besar. Jika si Kecil tidak lagi demam dan memiliki ruam-ruam merah, Moms perlu memandikannya secara rutin untuk mengurangi rasa gatal di badannya.
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist
Copyright by Babyologist
