Konten dari Pengguna

Hebatnya Sebuah Afirmasi bagi Bayi yang Dikandung!

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hebatnya Sebuah Afirmasi bagi Bayi yang Dikandung!

Afirmasi pada janin itu punya pengaruh banyak loh, karena itu yang MamaUna dan suami rasakan. Dan janin sepintar itu ternyata!

Dulu sebelum hamil, aku gak percaya dengan yang namanya afirmasi. Apa sih dahsyatnya sebuah kalimat/pernyataan yang kita tanamkan dibenak kita sendiri. Kalau kita sudah melakukan afirmasi, tapi dari hati belum ada kemauan untuk menjalani, akan percuma bukan?

Hamil memberikan banyak hal positif ke diri ku, salah satu nya ya ini, percaya akan dahsyat nya sebuah afirmasi, terutama afirmasi yang kita berikan kepada janin. MamaUna sering dengar “selama hamil, banyak-banyak bicara sama anak, mungkin dia belum bisa kasih respon sesuai yang kita mau, tapi anak mengerti apa yang kita ucapkan”. Aku pun melakukan hal ini, banyak bicara ke babyU.

Apa sih yang MamaUna ucapkan ke babyU sewaktu di dalam perut? Banyak pastinya. Aku selalu bilang “Nak, terus berkembang dengan sempurna & sehat ya. Tetap kuat & bertahan selama di perut mama. Disini mama pun akan sehat, kuat & mempertahankan kamu yang ada di dalam perut mama. Kita sama-sama berjuang ya, Nak”. Atau setelah cek ke dokter obgyn, “Nak, terimakasih ya sudah mau pintar, sehat, kuat, bertahan & berkembang dengan sempurna. Terus seperti ini ya Nak sampai waktu nya tiba, sampai kamu siap lahir ke dunia ketemu sama mama & papa.”

Selama hamil muda, MamaUna mengalami keadaan yang sering membuat ku sedih & menangis. Selama / setelah nangis, MamaUna selalu meminta maaf ke babyU “Nak, maaf ya Mama nangis lagi. Tapi kamu jangan berhenti berkembang dengan sempurna & sehat. Kamu tetap harus pintar seperti hari-hari kemarin.”

Kehamilan memasuki usia 20 minggu, MamaUna selalu meminta ke babyU “Nak, nanti kalau sudah masuk usia kehamilan 30 minggu keatas, kamu perlahan posisi kepala nya sudah dibawah ya.”. Selalu ku ulang setiap hari nya. Setelah ketemu dokter, dan dokter sudah menyatakan kepala babyU sudah dibawah posisinya, aku pun ajak ngobrol babyU lagi, “Nak, terimakasih ya sudah mau pintar & mendengarkan mama. Nanti kalau usia kehamilan mama sudah masuk 34 minggu keatas, kepala kamu sudah mulai turun ke panggul mama ya”. Gak lupa juga aku ajak babyU untuk berdoa “Nak kita minta sama Allah yuk, ya Allah sehatkan serta kuatkan aku & mama dari masa kehamilan sampai persalinan nanti, utuhkan ketuban mama sampai aku siap lahir ke dunia, sehatkan Papa supaya Papa bisa nemenin mama & lihat aku lahir ke dunia nanti”

Oh iya! Dikarenakan harga RSPI akan naik di bulan Februari, dan anak ku diperkirakan akan lahir di tgl 23 Januari - 6 Februari oleh dokter, MamaUna dan suami selalu ajak ngobrol sang anak “Nak, nanti lahirnya di bulan Januari aja ya, soalnya biaya RS sudah mahal kalau di bulan Februari. Kamu boleh pilih tanggal nya kapan aja, asal selama papa ada di rumah, jadi Papa gak keganggu kerja nya nanti, tapi kalau bisa hari sabtu atau minggu aja ya Nak.”

Check up ke dokter lagi di tgl 19 Januari. Dokter menyarankan ku untuk diet, kalau MamaUna mau lahiran normal, karena sang anak berat nya sudah ada di 3.3kg - 3.5kg akhirnya aku ajak ngobrol anak lagi “Nak, kalau berat mu sudah mau masuk 3.5kg, langsung keluar aja ya. Biar mama bisa persalinan normal ngelahirin kamu, nanti Papa pusing sama harga RS kalau kita persalinan caesar.”. Dan............. babyU mendengarkan beberapa keinginan kami: lahir di bulan Januari ( penting untuk kesejahteraan dompet), lahir di hari sabtu/minggu, lahir pas ada papa mya di rumah, lahir pas BB nya masuk 3.5kg, posisi kepala sudah ke bawah & masuk panggul. Dan kami masih amazed dengan pengaruh afirmasi terhadap sang anak!