Konten dari Pengguna

Himalaya Pink Salt, Rekomendasi Garam Untuk MPASI

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Himalaya Pink Salt, Rekomendasi Garam Untuk MPASI
zoom-in-whitePerbesar

Tentu saja sudah ya Moms, anak satu tahun ke atas sudah memerlukan garam sedikit lebih banyak dibandingkan dengan dibawah usia satu tahun. Tentu saja garam yang saya  pilih adalah garam pilihan dan aman.

Nah, kali ini saya akan sharing garam yang selama ini digunakan kedalam menu 4 bintang Ibrahim, yaitu himalaya pink salt. Apakah moms pernah mendengar jenis garam lain selain garam meja yang biasa digunakan saat masak?

Ya, di dunia ini terdapat berbagai jenis garam, dan salah satunya adalah garam himalaya yang akan saya bahas saat ini. Garam ini tidak berwarna putih seperti yang sering kita lihat, tetapi mempunyai warna pink. Apa itu garam himalaya? Garam ini bukan berasal dari laut seperti garam biasa, tetapi garam ini berasal dari tambang garam terbesar kedua di dunia yang bernama Khewra Salt Mine yang berada di kaki pegunungan himalaya, Pakistan.

Garam himalaya merupakan salah satu garam paling murni yang ada di dunia. Garam ini terkubur selama ribuan tahun di bawah lapisan lava, salju, dan es. Oleh karena itu, warna garam ini berbeda dengan warna garam lainnya. Warna pink yang dimiliki garam ini berasal dari kandungan zat besi yang ada di dalamnya.

Apa saja manfaat garam himalaya?

Mengandung banyak mineral Garam pink ini mengandung banyak sekali mineral. Hal ini bisa dilihat dari warna yang dimilikinya. Garam ini mengandung hampir 80 mineral yang berbeda

Mengandung antimikroba

Mempertahankan hidrasi tubuh

Menyeimbangkan pH tubuh

DetoksifikasiMeningkatkan kemampuan tubuh dalam menyerap nutrisi dari makanan, menjaga kesehatan pembuluh darah, kekuatan tulang, fungsi saluran pernapasan, ginjal, dan kandung empedu

Lalu, apa bedanya dengan garam biasa (garam meja)?

Tidak seperti garam meja yang biasa kita gunakan untuk masak, garam himalaya tidak mengalami pemrosesan. Sehingga tidak ada zat tambahan yang ditambahkan ke dalamnya. Hal ini membuat garam himalaya sangat murni dan mempunyai konsentrasi mineral dan warna yang masih alami.

Selain itu, garam ini juga mengandung lebih sedikit natrium dibandingkan dengan garam meja. Dalam seperempat sendok teh, garam meja mengandung 600 mg natrium, sedangkan garam himalaya mengandung 420 mg natrium. Hal ini menjadikan garam himalaya juga dapat membantu Anda dalam mengontrol tekanan darah.

Garam himalaya baik dikonsumsi oleh orang dengan tekanan darah tinggi, gagal jantung kongestif, penyakit ginjal, atau sirosis hati. Asupan natrium yang berlebihan dalam tubuh tentu tidak baik. American Heart Association merekomendasikan asupan natrium tidak lebih dari 2300 mg/ hari untuk semua orang dan batas konsumsi natrium tidak lebih dari 1500 mg/ hari untuk orang dewasa, terutama yang mempunyai masalah dengan tekanan darah.

Itu alasannya mengapa garam himalaya pink ini direkomendasikan untuk garam di menu MPASI bayi karena kaya akan mineral dan aman.

 

Semoga bermanfaat.

By: Ratih Permata