Hindari Mengucapkan 5 Kalimat Ini Saat Istri Sedang Hamil!

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat hamil, biasanya para ibu cenderung lebih sensitif karena suasana hatinya berubah dengan cepat. Sewaktu mengandung si Kecil sekitar dua tahun lalu, saya juga mengalami hal ini, Moms. Bahkan pernah suatu kali, hanya karena mendengar pertanyaan atau ucapan suami yang kurang berkenan di hati, saya jadi tersinggung berkepanjangan. Padahal, kestabilan emosi selama masa kehamilan berpengaruh positif pada kesehatan Ibu dan calon buah hati. Oleh karena itu, orang-orang terdekat (terutama suami), perlu lebih berhati-hati saat berbicara dengan Moms selama masa kehamilan. Setidaknya ada lima kalimat yang sebaiknya tidak diucapkan oleh suami karena dikhawatirkan bisa membuat istri menjadi emosional.
“Kok, kamu tidur terus, sih?”Semenjak mengandung si Kecil, perubahan hormon terjadi pada tubuh Ibu. Pada beberapa Moms, hal ini membuat rasa kantuk makin tak tertahankan. Tak hanya itu, penyerapan sari-sari makanan dari tubuh ke tubuh si Kecil juga membuat Ibu lebih mudah lelah dan lemas. Jadi demi menjaga kesehatan, selain mengonsumsi makanan kaya nutrisi, Ibu juga perlu mencukupi kebutuhan istirahat dengan menambah durasi tidur harian.Untuk itu, penting bagi suami untuk memaklumi istri yang menghabiskan lebih banyak waktu untuk tidur. Hindari berkata “Kok kamu tidur terus sih?” atau kalimat-kalimat bernada protes lainnya, supaya istri tidak tersinggung dan merasa dimengerti.
“Akhir-akhir ini, rumah kok terlihat berantakan ya.”Menjalani momen kehamilan dengan serangkaian perubahan fisik dan emosi bukanlah hal yang mudah. Fisik Ibu jadi lebih cepat lelah dan mood pun berubah-ubah. Di sisi lain, Moms perlu beradaptasi dengan berbagai perubahan, sekaligus mempersiapkan mental untuk menyambut si Kecil dan menyandang status baru sebagai seorang ibu.Oleh karenanya, suami perlu lebih berempati dan menunjukkan sikap penuh pengertian sebagai bentuk dukungan emosional untuk istri. Sebisa mungkin, tahan keinginan untuk bertanya, “Kenapa akhir-akhir ini rumah jadi berantakan sekali, ya?”. Alih-alih bertanya dan membuat istri merasa disalahkan atas kondisi itu, akan lebih bijak bila suami terjun langsung menyelesaikan pekerjaan rumah, misalnya mengepel lantai rumah, membersihkan meja dapur, atau mencuci pakaian.
“Kenapa kamu marah-marah terus, sih?”Perubahan mood yang begitu cepat selama hamil juga sering kali membuat Moms mudah mengeluh maupun marah-marah. Suami perlu menjaga perasaan istri dengan lebih bersabar mendengarkan keluh kesahnya. Ketimbang berkata “Kenapa kamu marah-marah terus sih?” atau kalimat lain dengan makna serupa, suami disarankan membantu menstabilkan mood dengan memberikan perhatian supaya istri merasa lebih baik.
“Apakah stretch mark bisa hilang setelah melahirkan?”Membesarnya ukuran perut dan bagian tubuh lainnya secara cepat menjadi faktor utama timbulnya stretch mark (guratan-guratan menyerupai kulit jeruk) pada tubuh Ibu hamil. Perlu suami ketahui, hal ini membuat para istri terganggu dan bisa menurunkan kepercayaan dirinya karena merasa ia tak lagi menarik. Jadi, hindari memperparah hal ini dengan membahas guratan-guratan itu, apalagi sampai bertanya “Apakah stretch mark itu bisa hilang nantinya?”.
“Haruskah saya menemani di dalam ruang bersalin?”Selain membahagiakan, melahirkan menjadi momen yang cukup mendebarkan bagi banyak Ibu. Terlebih bila ini adalah pengalaman pertama baginya. Untuk itu, Moms membutuhkan kehadiran orang-orang terdekat, terutama suami, untuk menemaninya melewati berbagai momen selama kehamilan. Jadi, suami sebisa mungkin perlu hadir di ruang bersalin. Hindari mengeluarkan pernyataan maupun pertanyaan yang menunjukkan keengganan seperti, “Haruskah saya menemani di ruang bersalin?”. Hal ini bisa membuat istri merasa sedih dan sendirian lho.Meski demikian, suami boleh saja tidak hadir di ruang bersalin jika memang ada permintaan dari istri atau rekomendasi dari dokter.
Nah, ini lima kalimat yang menurut saya sebisa mungkin dihindari oleh suami saat istri sedang hamil. Yuk, tunjukkan pada suami agar ia lebih mudah membantu Moms menjaga mood selama masa kehamilan.
Semoga bermanfaat.
By: Merry Lim
