Hipotiroidisme Dapat Pengaruhi Kemampuan untuk Hamil
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Hipotiroidisme Dapat Pengaruhi Kemampuan untuk Hamil
Kelenjar tiroid yang kurang aktif dapat memengaruhi kemungkinan untuk hamil dan kehamilan secara keseluruhan. Jika kadar tiroid terlalu rendah, Moms memiliki hipotiroidisme. Kondisi ini dapat menyebabkan Moms tidak berovulasi sebagaimana mestinya. Kesuburan Moms dapat dikembalikan dengan cara mengonsumsi dosis tiroksin (hormon yang tidak Moms miliki) yang tepat.
Moms mungkin telah menemukan penyebab tidak segera hamil yaitu tiroid yang kurang aktif. Gejala hipotiroidisme lainnya adalah kelelahan, depresi, dan berat badan bertambah banyak. Hingga 5% wanita yang kesulitan untuk hamil ternyata memiliki kadar tiroid tidak normal atau terlalu rendah.
Jika kadar tiroid Moms terlalu rendah maka dokter akan merekomendasikan Moms untuk menjalani perawatan untuk mengganti hormon tiroksin yang kurang. Dokter akan meresepkan tingkat perawatan tiroksin yang tepat sebelum Moms mencoba untuk hamil.
Setelah hamil, Moms akan membutuhkan tiroksin yang cukup untuk membantu tubuh Moms beradaptasi dengan semua perubahan yang dibawa kehamilan. Otak si Kecil yang sedang berkembang juga membutuhkan hormon ini, jadi sangat penting agar kadar Moms sesuai dengan batas normal.
Jika Moms mual-mual di pagi hari, mungkin Moms harus mengubah waktu ketika minum tablet tiroksin. Tanyakan kepada dokter tentang dosis obat dan kapan Moms minum.
Saat kehamilan Moms berlanjut, kemungkinan kebutuhan Moms akan tiroksin akan meningkat secara dramatis bahkan mungkin berlipat ganda. Dokter akan ingin memeriksa level tiroksin Moms setiap empat minggu selama tiga bulan pertama, kemudian lagi pada 16 minggu dan 28 minggu.
Moms biasanya dapat hanya pergi ke dokter umum untuk tes darah ini. Namun, jika kadar tiroksin Moms tidak stabil, Moms mungkin dirujuk ke spesialis. Perawatan ekstra yang dijalani Moms akan membantu Moms memiliki kehamilan yang sehat dan sukses.

