Holiday dengan Membawa Bayi Usia 2 Bulan

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hai Moms! Pasti setiap Moms merasakan betapa penat dan bosannya di rumah ketika selepas bersalin. Semua ibu pasti pernah merasakan hal yang sama, terkadang hampir tidak bisa mengontrol diri dan menyebabkan baby blues. Kelahiran sang buah hati membuat suasana begitu berwarna dengan suara tangisannya yang menambah keramaian, namun si ibu baru pasti akan merasakan kelelahan pasca melahirkan.
Di sini saya akan berbagi tips kepada new Moms agar bisa menghilangkan kebosanan pasca melahirkan, yaitu Holiday dengan membawa bayi yang masih mungil. Saya akan berbagi pengalaman saya liburan dengan membawa bayi yang masih berumur 2 bulan. Tanggal 26 bulan 8 lalu, saya dan suami serta buah hati jalan-jalan ke salah satu tempat wisata yang ramai pengunjung. So, sudah di pastikan ya bila ramai pengunjung berarti sang anak harus ekstra di protect se-safety mungkin. Ada beberapa tipsnya dari apa yang saya lakukan.
Penggunaan Baju yang NyamanBerikan baju yang nyaman untuk bayi, sebab ketika si bayi tidak merasa nyaman, ia akan rewel dan menangis. Baju yang nyaman dan aman adalah salah satu hal yang harus di perhatikan, pilih baju yang dapat menyerap keringat, kemarin saya menggunakan sleep suit. Kenapa saya menggunakan sleep suit? Karena bayinya baru berusia 2 bulan dan baru beradaptasi dengan dunianya, ia telah lama tinggal di tempat yang hangat yaitu rahim, jadi setidaknya terus memberikan kehangatan untuknya. Sebenarnya tidak harus sleep suit, boleh juga menggunakan baju yang lain. tapi harus yang nyaman ya Moms.
Berikan ASI/sufor yang cukup kepada si bayiBerikan ASI yang cukup. Bila bayi mengonsumsi sufor, berikan sufor yang cukup. Bila bayi cukup makannya, ia akan tenang dan tidak rewel. Pengalaman saya waktu berlibur dengan bayi yang masih 2 bulan, saya memberikannya ASI direct, tapi ada kendala waktu berlibur tersebut sebab bertepatan dengan kembalinya siklus menstruasi saya. Jika datang bulan, hormon akan memicu produksi ASI semakin berkurang Moms, jadi saya hampir kewalahan. Tapi saya berusaha agar ASI-nya banyak lagi dengan cara banyak minum dan konsumsi buah-buahan.
Minta bantuan kepada pasanganMinta bantuan kepada pasangan untuk bergantian menggendong buah hati, tentu lelah ya Moms jika kita yang terus menerus gendong. Karena waktu saya berlibur bayi masih 2 bulan, jadi masih gendong yang di samping, belum menggunakan gendongan baby carrier atau hipseat. Jadi dengan bantuan sang suami, pegal kita jadi berkurang dan berlibur juga jadi menyenangkan.
Semoga bermanfaat.
By: Nurhakiki Ritonga
