I Like Coffee, Do You Like Coffee?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
I Like Coffee, Do You Like Coffee?
Sejak bekerja saya menjadi orang yang senang sekali mengkonsumsi kopi, bukan hampir tetapi pasti setiap hari mengkonsumsi kopi. Namun sejak ketauan kalau saya hamil, dokter “cut” saya untuk tidak minum kopi sama sekali dan yang pasti itu berat sekali. Dilingkungan kerja setiap hari saya mencium aroma kopi yang sangat menggiurkan (seperti candu). Namun bisa saya tahan, walau kadang “cheating” minta sama teman cicip 2-3 sendok kopi. Nah setelah melahirkan ada masa saya menyusui dan rasanya sudah tidak terlalu berat (mungkin karena terbiasa) tidak lagi mengkonsumsi kopi. Perjalanan berlanjut ketika saya kembali bekerja dan kembali lagi ke lingkungan kerja dimana hampir semua orang diruangan yang sama juga mengkonsumsi kopi.
Beberapa waktu belakangan ini saya mulai kembali mengkonsumsi kopi walau tidak setiap hari, dan ada hari dimana saya mengkonsumsi kopi dipagi dan sore hari. Namun ada sesuatu yang terjadi pada baby gian, mulai dari pup yang cair, perut kembung, tidur gelisah tak menentu, ada tangisan kecil disela-sela tidurnya, selalu terbangun untuk minta susu dan yang terakhir bangun pagi sekali (biasanya tidak bangun pagi secepat itu). Selama dua hari baby gian mengalami hal itu dan membuat saya bingung.
Kemudian saya berpikir apa karena kopi?
Jawabannya yes. Karena besoknya saya tidak lagi mengkonsumsi kopi dan tidur baby gian lebih nyenyak bahkan tidak terbangun sama sekali untuk minta susu ditengah malam dan bangun pagi kembali normal. Jadi setelah saya membaca beberapa artikel disimpulkan bahwa secara medis, boleh ya Moms mengkonsumsi kopi, tapi dengan batasan yaitu 300 mg/hari atau kurang lebih 1 cangkir per hari.
Tips lainnya untuk pecinta kopi terutama bagi busui:
- Minum 1 cangkir bisa dibagi pagi dan sore hari, dengan porsi masing-masing setengah gelas.
- Pilih jenis kopi yang dicampur susu atau krimer agar kadar kafein yang dikonsumsi tidak terlalu banyak.
- Makanan atau minuman lain yang terbuat dari teh/coklat, minuman berenergi, atau minuman bersoda juga sama saja dengan kopi karena sama-sama memiliki kadar kafein, jadi perlu diingat juga untuk menjaga asupannya.
NB: Jika moms masih menyusui secara langsung (direct breastfeed) sebaiknya menyusui sebelum mengkonsumsi kopi atau 4 jam setelah mengkonsumsi kopi untuk mengurangi efek kafein yang moms konsumsi sampai ke bayi melalui ASI.
