Konten dari Pengguna

I Love You Kakek, I Love You Nenek

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

I Love You Kakek, I Love You Nenek

Menjadi seorang Istri, Ibu sekaligus wanita karir bukan persoalan mudah. Banyak hal yang harus dipikirkan, dipertimbangkan, selama menjalaninya. Khususnya jika menyangkut soal anak. Bagaimana anak kita di rumah kalau ditinggal kerja? Apakah bisa dibawa serta ke kantor?  Atau dibawa ke tempat penitipan anak?  Atau dititip sama kakek dan neneknya? Atau pilihan terakhir memilih resign dari pekerjaan dan fokus ke anak-anak? 

Alhamdulillah orang tuaku di rumah bersedia menjaga si kecil jika saya dan suami kerja. Sejak umur sebulan, si kecil di urus oleh kakek dan neneknya berhubung cuti kantor ku cuman sebulan pasca melahirkan. Walaupun agak berat menitipkan anak ke orangtua. Mengingat usia yang sudah tidak muda lagi, yang harusnya bisa menikmati bersantai malahan harus mengurus cucunya. Pernah sekali, saya berniat mendaftarkan anak ke tempat penitipan anak. Formulir sudah ditangan, saya sudah cek tempat penitipannya. Saya sudah konsultasi dengan pengasuh di tempat penitipan anak itu. Saya meyakini kalau tempat ini cocok buat anak saya. Tapi pas hari H untuk membawa anak ke tempat penitipan,  saya mengurungkan niat. Dalam hati tidak tega ninggalin anak ke orang yang baru. Parno pastilah moms,  namanya ibu ke anak.

Pas kakek neneknya tahu kalo si kecil mau saya daftarin ke penitipan. Mereka marah. Katanya buat apa bawa anak untuk diurus sama orang lain. Sejak itu moms,  saya tidak pernah kepikiran lagi bawa anak ke tempat penitipan. Sapa nih moms yang punya pengalaman kayak saya? Anak lebih sayang kakek neneknya daripada ibu dan ayahnya? Anak saya yang pertama sangat dekat dengan kakeknya. Karena sejak umur sebulan sampai sekarang usia 4 tahun, dia sering bersama dengan kakek neneknya. Apa-apa sama kakek.  Apa-apa sama nenek.

Terkadang pulang kantor, ibunya dicuekin. Apalagi jika kakek membawanya jalan-jalan ke sawah lihat padi, sapi, kerbau. Hmmm, ibunya lewat. Melihat anak happy, saya dan suami ikutan happy aja. Alhamdulillah anak tidak rewel diurus sama kakek neneknya. Biasanya saya bawa anak ikut ke kantor kalau kebetulan kerjaan kurang. Sampai kampus si kecil masih happy main, beberapa jam kemudian drama merengek pulang pun mulai. Si kecil mau pulang ke rumah sama kakek dan nenek saja. Mungkin karena kebiasaan dia sama kakek neneknya di rumah. Mulai dari perintilan ASIP nya jika saya tinggal sampai urusan BAB pun semua dengan kakek nenek. Ya Allah, bersyukur masih ada orang tua yang bisa membantu kita mengurus anak-anak.

Terkadang mikir,  orang tua tidak ada capeknya,  sayangnya ke anak luar biasa. Sudah mengurus saya dan adik-adik saya yang 8 bersaudara, sekarang mengurus 2 anak saya. Beliau tetap dengan senyum sederhananya menyambut saya pulang kerja sambil menggendong si kecil. Malu sudah pasti moms, tidak tega. Hanya bisa berdoa semoga bisa membahagiakan kakek nenek Ghaitsa Ghilman. 

Terima kasih ya kek, terima kasih ya nek. Sudah sabar merawat Ghaitsa Ghilman. Terima kasih sudah menemani hari-hari Ghaitsa Ghilman selama ibu dan ayah kerja. Terima Kasih sudah sedikit memanjakan Ghaitsa Ghilman. Terima kasih karena kakek nenek sangat sayang sama Ghaitsa Ghilman. Semoga kakek nenek bisa melihat Ghaitsa Ghilman nanti kalau sudah sukses. Semoga kakek nenek diberi keberkahan diusianya yang sekarang. I Love U Kakek I Love U Nenek.