Indahnya Punya Rumah Sendiri Pasca Pernikahan

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Indahnya Punya Rumah Sendiri Pasca Pernikahan
Memutuskan untuk menikah, artinya kita harus siap dengan segala suka-duka yang akan kita lewati nantinya. Kesiapan mental sangat dibutuhkan selama menjalani yang namanya pernikahan. Kehidupan pernikahan menurut saya sangat menarik Moms. Selama 5 tahun menjalani pernikahan, Alhamdulillah semua masalah bisa terselesaikan dengan baik, yang tentunya harus mengesampingkan yang namanya ego. Ya, sifat ego terkadang membuat masalah yang sepele jadi melebar ke mana-mana. Pernikahan saya dan suami tidak luput juga dari yang namanya masalah. Biasanya kami adu mulut tentang mendidik anak, tentang kebiasaan-kebiasaan waktu masa lajang dulu yang kebawa sampai setelah menikah padahal pasangan tidak suka.
Satu hal yang paling kami idamkan selama pernikahan adalah memiliki rumah idaman sendiri. Kepengen banget. Alhamdulillah diberi rezeki sama Allah, bisa sedikit demi sedikit dan sekarang sudah rampung 60%.
Pernah nggak Moms merasakan waktu awal-awal pernikahan, merasa serba tidak enak? Serba salah tinggal di rumah mertua. Takut melakukan hal-hal yang sekiranya bisa membuat mertua tersinggung. Mau ngontrak sendiri, pasti jawaban orang tua "kenapa harus kontrak? Kamu tidak suka tinggal di rumah mama? Buat apa kontrak, rumah ini luas. Lebih baik uangnya ditabung dulu. "Kalian tega meninggalkan orang tua di rumah berdua?" Hmm, kalau sudah begitu rasanya mau bagaimana kan Moms? Mau tinggal di rumah orang tua suami, si istri yang tidak enak hati. Mau tinggal di rumah orang tua istri, si suami yang bingung mau melakukan apa.
Untuk sementara ini, saya masih tinggal di rumah orang tua saya. Terkadang juga di rumah suami. Kondisi saya yang seorang working Mom, tentu masih sangat membutuhkan bantuan orang tua apalagi jika harus meninggalkan anak-anak untuk bekerja. Alhamdulillah saya tidak terlalu kewalahan Moms. Tapi saya berpikir tidak selamanya saya akan membebani orang tua dengan masalah di keluarga kami.
Ada banyak alasan mengapa pasangan suami istri harus berusaha untuk memiliki dan tinggal di rumah sendiri. Bukan berarti meninggalkan orang tua kita karena walau dalam keadaan apa pun, orang tua tetap akan menjadi tanggung jawab kita sebagai anaknya untuk dekat dan merawat orang tua di masa tuanya.
Bisa belajar lebih mandiri
Setelah menikah artinya pasangan suami istri harus mandiri. Itu sudah pasti. Tidak selamanya kita harus membebani orang tua. Dengan mempunyai rumah sendiri, kita bisa mengatur keuangan sendiri, kita bisa belajar mengelola rumah tangga dengan cara kita sendiri. Kita bisa bebas mengatur rumah sesuai dengan keinginan kita.
Bisa lebih intim dengan suami
Tak bisa dipungkiri setelah menikah, pasti kita butuh privasi di kehidupan pernikahan. Jika tinggal di rumah mertua biasanya kita sering merasa tidak enak hati. Mau melakukan apa-apa serba terbatas. Jika sedang bermasalah dengan suami, pastinya jadi tidak enak kan Moms. Takutnya orang tua/mertua dengar apalagi jika ikutan memberi solusi. Masalah yang tadinya biasa saja menjadi luar biasa.
Bisa belajar mengerjakan pekerjaan rumah sendiri
Ini dia nih Moms yang agak membuat kewalahan. Mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri. Yang tadinya bisa dibantu oleh mertua/orang tua, sekarang mesti dikerjakan sendiri. Tapi di situlah nikmatnya jadi ibu di rumah kita sendiri. Memasak buat suami dan anak-anak terus makannya lahap. Hmm, kenikmatan hakiki seorang ibu.
Bisa belajar mengatur keuangan rumah tangga sendiri
Mungkin banyak dari kita yang memutuskan menunda mempunyai rumah sendiri karena masalah finansial. Apalagi jika di awal pernikahan. Jangan takut Moms, insya Allah selalu ada rezeki yang datang tanpa disangka-sangka. Di awal pernikahan, keluarga saya pun jauh dari kata mapan. Tapi seiring waktu, Alhamdulillah semua bisa teratasi. Pernikahan justru menambah rezeki karena rezeki istri ditambah dengan rezeki suami dan ditambah lagi dengan rezeki anak-anak kita.
