Ingin ASI Lancar? Mari Konsumsi Bubur Kacang Hijau

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Menurut penelitian, kacang hijau merupakan sumber pangan kaya nutrisi yang sangat baik untuk kita. Selain itu, air rebusan kacang hijau jika dikonsumsi secara rutin juga sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan kulit dan rambut. Artinya, Tak hanya dari segi kecantikan, kacang hijau juga dapat menjadi solusi ASI lancar bagi ibu menyusui.
Untuk mengonsumsi kacang hijau, banyak sekali cara pengolahan yang dapat Moms pilih. Seperti dijadikan bubur kacang hijau, campuran pada sayuran berkuah santan, ataupun dijadikan sejenis kue. Tinggal Moms memilih Moms mau olah menjadi makanan apa.Di awal menyususi, jujur saja bubur kacang hijau merupakan snack wajib yang dihidangkan ibu saya untuk saya konsumsi. Menurut ibu, kacang hijau akan memperlancar ASI saya. Dan apa yang beliau katakan benar, produksi ASI saya boleh dikatakan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan baby saya. Lalu bagimana cara mengolah menu solusi ASI lancar ini?
Cara Membuat bubur kacang hijau
Bahan-bahan:
- Kacang hijau 1/4 Kg
- Santan secukupnya
- Gula merah secukpnya
- Gula putih secukupnya
- Daun pandan
- Jahe
Cara mengolahnya:
- Moms mula-mula dianjurkan untuk merendam kacang hijau tersebut semalaman agar proses memasak bisa lebih cepat.
- Rebus kacang hijau yang sudah direndam.
- Tambahkan garam, jahe yang telah dimemarkan dan daun pandan secukupnya, aduk hingga kacang lembut
- Setelah lembut masukkan santan dan gula merah. Aduk agar santan tidak pecah. Jika kurang manis, Moms boleh tambahkan gula pasir sesuai selera.
- Jika Moms ingin kuah yang kental, Moms boleh tambahkan tepung terigu atau tepung maizena (tergantung selera ya Moms)
- Bubur telah matang dan siap dihidangkan.
Selamat mencoba./data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/share/clipdata_190218_140432_874.sdoc
By: Sarah Brahmana
Copyright by Babyologist
