Ini Jenis Air Terbaik untuk Membuat Susu Formula

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Air yang mengandung flouride rendah paling baik digunakan untuk menyiapkan susu formula. Ahli diet terdaftar Marilyn Swanson mengatakan bahwa sifat air keran di lingkungan Moms dan kesehatan si Kecil berpengaruh besar terhadap seberapa baikkah air tersebut digunakan untuk menyiapkan susu formula. Mintalah rekomendasi penyedia layanan kesehatan si Kecil terutama jika dia memiliki masalah kesehatan.
The American Dental Association merekomendasikan untuk tidak menggunakan air yang mengandung fluoride tingkat tinggi saat mencampur susu formula bayi bubuk atau pekat. Terlalu banyak fluoride membuat si Kecil berisiko mengalami enamel fluorosis, suatu kondisi yang berkembang ketika gigi terbentuk di gusi. Ini bukan penyakit, tetapi dapat menyebabkan garis putih yang pudar atau bintik-bintik putih pada area gigi permanen.
Jika Moms menggunakan sistem air publik cek apakah air keran tersebut mengandung fluoride atau memiliki fluoride alami yang substansial (0,7 mg/L atau lebih tinggi). Jika ya, pertimbangkan untuk menggunakan sumber air alternatif rendah fluoride.
Air botolan yang rendah kandungan flouride memiliki label sebagai dimurnikan, dideionisasi, didemineralisasi, didistilasi, atau dibuat dengan reverse osmosis. Sebagian besar toko kelontong menjual jenis air rendah fluoride ini. Moms bahkan dapat menemukan air kemasan yang diberi label khusus untuk penggunaan formula. Di Amerika Serikat, secara hukum, air minum dalam kemasan harus memenuhi Standar Kualitas Air FDA, yang setidaknya seketat standar EPA untuk air ledeng.)
Beberapa sistem pengolahan air rumah juga menghilangkan kandungan flouride. Jika Moms memilih air keran, gunakan keran air dingin dan biarkan air mengalir selama beberapa menit sebelum menggunakannya. Ini mengurangi kemungkinan kontaminasi timbal dan mineral lainnya.
Jika departemen kesehatan setempat menyarankan Moms untuk menjerang air yang digunakan untuk membuat susu formula, pastikan untuk membiarkan air mendidih selama sekitar satu menit. Jangan merebus air lebih dari sekali atau terlalu lama, karena dapat meningkatkan konsentrasi pengotor.
The Centers for Disease Control di Amerika Serikat merekomendasikan menggunakan air panas untuk membuat formula untuk menghindari risiko infeksi oleh bakteri langka namun mematikan yang disebut Cronobacter yang telah ditemukan dalam formula bubuk. Untuk membunuh bakteri ini, Moms harus mencampur susu formula segera setelah air mendidih sebelum dingin di bawah 70 derajat Celcius.
Jika persediaan air berasal dari sumur, periksalah air tersebut untuk memastikan airnya aman sebelum digunakan untuk si Kecil. Air sumur dapat mengandung nitrat tingkat tinggi, misalnya. Mendidihkan air sumur tidak menjamin bahwa air itu akan baik untuk si Kecil. Malah, sesungguhnya, merebus air akan membuat nitrat lebih terkonsentrasi.
