Konten dari Pengguna

Inilah Alasanku Pilih KB Laktasi daripada KB Kombinasi

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Inilah Alasanku Pilih KB Laktasi daripada KB Kombinasi

Inilah Alasanku Pilih KB Laktasi daripada KB Kombinasi
zoom-in-whitePerbesar

Dengan jarak usia anak pertama dan kedua kurang dari 2 tahun, saya dan suami memutuskan untuk menggunakan kontrasepsi. Dan saya lebih berani menggunakan kontrasepsi dengan pil daripada dengan spiral, suntik, atau implan. Namun saya sempat ragu karena saat ini saya sedang dalam masa menyusui anak kedua saya.

Beberapa orang bahkan orang tua saya mengatakan bahwa terdapat beberapa efek samping untuk ibu menyusui yang ditimbulkan oleh pil KB ini. Kemudian kami berkonsultasi dengan ahli kandungan untuk memilih kontrasepsi yang tepat.

Menyusui sebenarnya bisa menjadi KB alami, tetapi tidak bisa memprediksikan kapan dan bagaimana kondisi kesuburan kita. Itu sebabnya saya memutuskan untuk menggunakan pil KB. Yang dikatakan dokter saya, sebenarnya penggunaan alat atau pil kontrasepsi dinilai aman untuk ibu menyusui. Namun tidak semua pil KB aman untuk kita yang menyusui lho Moms, dari sekian banyak merk dan berbagai jenis pil KB yang ada di pasaran.

Ternyata ada jenis pil KB kombinasi ini yang tidak dianjurkan untuk ibu menyusui, Mengapa?

Pil KB kombinasi merupakan pil kontrasepsi yang sangat efektif untuk menghambat kehamilan.  Ketika kita menyusui, yang berperan aktif yaitu hormon prolaktin yang berfungsi untuk merangsang keluarnya ASI di dalam tubuh. Namun setelah saya tau kandungan dari pil KB kombinasi ini terdapat hormon estrogen, yang justru menjadi penghambat kerja hormon prolaktin ini, saya ragu dan mulai mencari tau. Dan ternyata hal ini karena hormon estrogen dapat menurunkan volume air susu, namun tidak memiliki efek samping yang dapat membahayakan bayi. Walaupun tidak membahayakan bagi si bayi, pil KB jenis kombinasi ini tidak dianjurkan digunakan untuk kita yang sedang menyusui, dan disarankan menggunakan Pil KB yang tidak mengandung hormon estrogen yaitu pil KB laktasi. Itulah perbedaan yang sangat menonjol dari penggunaan pil kombinasi dan pil laktasi ini.

Saya memilih pil KB laktasi ini karena aman untuk saya yang sedang menyusui anak kedua, meskipun begitu saya juga harus waspada agar rutin meminumnya sesuai dengan jadwal, karena saya agak pelupa. Untuk solusinya saya menggunakan alarm pada ponsel atau bekerja sama dengan suami agar mengingatkan saya. Dan selama 3 bulan ini saya mengonsumsi pil laktasi dan aman-aman saja tanpa ada keluhan apa pun, termasuk tentang produksi ASI saya. Walaupun ASI saya tidak terlalu melimpah sekali, namun cukup untuk menyusui anak kedua saya dan juga dipompa untuk disimpan. Untuk harga pil KB laktasi ini juga cukup ramah di kantong, yaitu tidak sampai Rp 15 ribu untuk durasi selama 28 hari terdiri dari 28 tablet yang kandungannya yaitu Lynestrenol 0.5 mg atau biasa kita tau dengan sebutan hormon progestin.

Adapun efek samping yang saya rasakan setelah menggunakan KB laktasi ini dan cara saya mengatasinya:

- Ngeflek2 atau spotting sewaktu haid, tidak teratur dan terkadang hanya bercak-bercak darah yang tidak banyak namun dalam waktu yang lama, itu memang wajar terjadi kata dokter saya sewaktu saya berkonsultasi. - Agak mual dan sakit kepala, saya sering mengalami hal ini, dan memang jika tubuh kita tidak dalam kondisi yang bagus, hal ini memang sering terjadi. Ambillah waktu istirahat sejenak jika mulai pusing dan mual2 ya Moms. - Payudara agak nyeri, biasanya jika masih dalam waktu akan haid, payudara akan nyeri sekali. Saya biasanya akan kompres dengan air hangat saja. - Mood swing, terkadang emosi juga naik turun, dan jika hal ini terjadi, segeralah istirahat ya Moms, dan minum minuman hangat akan sangat membantu menguranginya dan membuat lebih rileks. - Peningkatan nafsu makan, saya tipe orang yang jika makan porsinya sedikit tapi sering, namun seiring saya menggunakan pil KB, nafsu makan saya meningkat dan terasa enak makan, bagi saya yang berat badan kurang ini cukup membantu untuk membuat badan lebih berisi. Awalnya saya hanya 40 kg dan sekarang meningkat 45 kg.

Nah jadi buat saya memilih KB Laktasi ini aman sekali Moms, buat busui seperti saya, karena benar-benar tidak mempengaruhi produksi maupun kualitas ASI saya, ASI tetap lancar dan tidak ada keluhan apa pun dari si Kecil, seperti yang ditakutkan banyak ibu-ibu lainnya.

Namun, apabila Moms memutuskan untuk memilih ber-KB, apakah itu KB pil atau suntik implan dll, sebaiknya diskusikan dahulu dengan pasangan kita, kemudian cari tau juga sebanyak banyaknya info tentang KB tersebut. Jika ragu sebaiknya berkonsultasi dengan orang yang ahli di bidangnya.