Konten dari Pengguna

Jangan Khawatir Jika Moms Tidak Bisa Melakukan Perawatan Ini Setelah Melahirkan!

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jangan Khawatir Jika Moms Tidak Bisa Melakukan Perawatan Ini Setelah Melahirkan!

Melahirkan adalah proses yang luar biasa. Luar biasa indah dan melelahkan, baik melahirkan secara normal maupun C-section. Para ibu yang baru saja melahirkan pasti mengalami banyak perubahan dalam tubuhnya sehingga dianjurkan untuk melakukan atau mengonsumsi beberapa hal agar keadaan ibu fit kembali, tapi ada saja keadaan yang membuat ibu tidak melakukan hal-hal berikut. Saya pribadi mostly karena faktor hemat sih hehehe. Berikut adalah hal-hal yang tidak saya lakukan, yet I’m doing really fine! Tapi ingat, harus kembali lagi pada keadaan Moms masing-masing ya, tidak bisa disamakan dengan saya.

Perawatan pasca melahirkan yang bisa diskip:

1. Perawatan Postpartum

Jasa ini biasanya menawarkan pijat ibu, pijat laktasi, bengkung, pijat bayi, sampai memandikan dan menjemur bayi. Ada yang berdurasi mulai dari 3 hari, 1 minggu, 2 minggu, atau 1 bulan. Teman saya sangat merekomendasikan jasa perawatan postpartum karena ia merasa badan jauh lebih enak dan cepat pulih setelah melahirkan. Saya tidak melakukannya karena saya hanya berdua dengan bayi di apartemen. Saat dia menangis atau lapar tidak ada yang menangani.

2. Jasa Ibu Gueklai/bidan pendamping 40 hari

Jasa ini mirip dengan perawatan postpartum, tapi sang penyedia jasa akan tinggal bersama kita selama 40 hari dan mengurus segala keperluan ibu dan bayi, sampai memasak makanannya. Bahkan membedong dan menimang bayi hingga tertidur. Moms akan merasa seperti ratu deh! Saya tidak menggunakannya karena… mahal. Hehehe. Saya juga tidak merasa nyaman jika ada “orang lain” dalam apartemen saya.

3. Katering makanan sehat (ciakpo)/catering ibu menyusui

Jika zaman dulu ibu kita dibuatkan ayam arak oleh nenek kita, sekarang sudah tidak perlu repot karena ada catering makanan sehat. Semua bahan yang digunakan bergizi tinggi dan dapat mempercepat proses pemulihan ibu dan menyediakan nutrisi supaya ASI banyak dan berkualitas. Again, saya tidak menggunakan jasa ini karena faktor hemat tapi saya tetap cepat pulih dan ASI saya lancar. Seminggu pertama saya katering makanan biasa lalu sekarang sehari-hari saya masak makanan sendiri, kadang order online dan masih masak mie instan atau makan fast food juga sekali-sekali. Yang penting BALANCE!. Oh ya, jangan lupa konsultasikan soal ayam arak ke dokter ya Moms, karena ayam arak mengandung alkohol. Dokter saya pun melarangnya.

4. Suplemen menyusui/ASI booster

Demi ASI yang berkuantitas dan berkualitas terkadang diperlukan suplemen. Suplemen menyusui tidak jarang harganya mahal. Untuk ASI booster kebanyakan dijual dalam bentuk susu almond. Saya pernah mengonsumsi susu almond beberapa kali tapi tidak rutin. Saya hanya mencoba rasanya saja dan saya suka.

5. Obat Cina

Teman saya yang lain sangat merekomendasikan pemakaian obat cina untuk mempercepat proses pemulihan operasi karena saya melahirkan secara C-section. Mertua saya bilang akan membawakannya. Saat mertua saya lupa dan tidak juga membawakan sampai pulang dari rumah sakit, saya sedikit khawatir. Namun, saya tidak apa-apa kok! Di rumah sakit juga kita sudah diberi obat dan setelah pulang pun masih minum obat yang pastinya membantu pemulihan.

6. Korset

Jangan salah kaprah dulu, saya tetap pakai korset kok setelah melahirkan, namun korset standard yang 3 rekat itu loh. Range harga korset ini sekitar 70-100 ribu setau saya. Korset yang tidak saya pakai adalah korset tourmaline, waist shaper, korset seluruh badan, korset kaki, atau korset-korset lain yang harganya lumayan. Bukannya gamau moms, siapa sih yang ga pengen badannya cepet langsing dan kenceng lagi ya? Cuma balik lagi karena faktor hemat aja kok! Syukurlah dengan mengurus bayi sendiri dan tetap melakukan pekerjaan rumah tangga, saya sudah mulai kembali ke bentuk asal.

7. Essential oils (yet)

Saya cuma punya Kutus-Kutus di rumah dan jarang juga saya pakai. Pegel-pegel sih pasti moms, pegel kaki, sakit pinggang. Saya oles Kutus-Kutus saat saya ingat saja. Banyak sekali ibu-ibu yang pakai essential oils untuk mengobati 1001 masalah. Saya mau banget loh essential oils ini! Menyembuhkan penyakit tidak usah pakai obat, dapat membantu supaya tidur nyenyak, dan masih banyak sekali kegunaannya. Tapi saya belum ada budget untuk itu.

Buat Moms yang habis lahiran dan tidak bisa melakukan atau mengonsumsi hal-hal tersebut, tidak perlu khawatir berlebih ya. Tulisan ini BUKAN untuk men-discourage penggunaan jasa atau produk tersebut loh ya! Sekali lagi saya bilang, kalau ada budget dan keadaan memungkinkan, saya sih mau banget menggunakan itu semua. Pesan saya adalah agar moms tidak memaksakan diri mengikuti tren atau saran orang lain jika keadaan tidak mengizinkan. Juga saya ingatkan, keadaan setiap Moms berbeda. Ada yang benar-benar butuh suplemen, ada yang tidak. Semua harus sesuai dengan kebutuhan dan keadaan Moms ya!

Puji Tuhan, tanpa melakukan itu semua saya tetap sehat, cepat pulih dan ASI lancar. Buat saya, kuncinya adalah makan makanan bergizi, tidur (berusaha agar) cukup, dan libatkan suami dalam pekerjaan rumah tangga dan mengurus bayi. Oh ya, dan jangan lupa bahagia!