Janin Melintang Menjelang Persalinan, Bahayakah?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Proses melahirkan adalah proses akhir dari segala persiapan yang telah dilakukan seorang ibu selama kehamilannya. Proses melahirkan normal umumnya dipengarui 3 faktor utama yaitu Power, Passage, Passanger (3P). Power adalah kekuatan sang ibu dalam mengejan dan bertahan dari rasa sakit selama proses persalinan, Passage adalah cukup luasnya jalan lahir untuk nanti dilewati janin, dan Passanger adalah kesiapan kondisi janin menghadapi proses kelahiran. Namun, jika petugas kesehatan menyatakan bahwa posisi janin melintang maka terdapat masalah pada faktor Passanger. Normalnya pada minggu-minggu akhir persalinan, kepala bayi sudah berada dibawah mendekati jalan lahir, melintang membuat kepala janin berada di samping perut ibu sehingga proses persalinan normal tidak mungkin terjadi.
Semua proses persalinan di luar keadaan normal tentu akan meningkatkan risiko terjadi komplikasi selama prosesnya. Posisi janin melintang yang tidak diketahui dan baru disadari saat proses persalinan sudah dimulai merupakan keadaan yang sangat mengancam nyawa ibu dan janin.
Risiko kematian ibu dan janin dapat dikurangi dengan melakukan pemeriksaan kandungan secara rutin dibantu alat bantu USG (ultrasonography), untuk mengetahui secara dini ada tidaknya masalah pada kehamilan ibu. Kehamilan melintang dapat ditangani dengan perencanaan yang lebih matang jika telah diketahui sebelum persalinan dimulai.
Penyebab janin melintang:
Ari-ari yang menutupi jalan lahir
Tali pusat yang pendek
Janin prematur
Hamil kembar
Tumor rahim
Panggul sempit
Bayi besar
Penanganan kehamilan dengan janin melintang dilakukan berdasarkan kondisi rahim dan usia kehamilan ibu.
Langkah penanganan tersebut dengan cara sebagai berikut:
Wait and See
Usaha menunggu dan berharap posisi janin akan berubah dengan sendirinya. Hal ini dilakukan jika usia kehamilan ibu masih pada trimester kedua atau ketiga awal dimana posisi janin masih dapat berubah-ubah.
Versi Luar
Usaha memutar posisi janin agar posisi janin berubah memanjang, tindakan ini perlu pengawasan ketat denyut jantung janin, dilakukan 4-6 minggu sebelum persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih dan dilakukan di fasilitas kesehatan dengan ketersediaan peralatan melakukan operasi cesar.
Operasi Cesar
Operasi dilakukan jika versi luar tidak berhasil atau terdapat hal yang menyebabkan versi luar tidak boleh dilakukan seperti misalnya pada kasus bayi kembar, risiko robeknya rahim atau sudah pecahnya kantung ketuban.
Semoga bermanfaat.
By: Dr. Peter Wijaya Sugijanto
