Jarak Imunisasi Untuk Bayi

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Imunisasi merupakan suatu tindakan untuk mencegah dan melindungi tubuh dari berbagai macam penyakit yang diwajibkan untuk bayi dan anak–anak. Imunisasi sangat penting guna memberantas penyakit tetanus, pertusis, diferi, polio, hepatitis B, dan campak. Adapun manfaat imunisasi adalah mendapatkan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit.
Jadwal Imunisasi untuk Bayi
Hepatitis b Vaksin hepatitis Bidealnya diberikan pada bayi baru lahir atau kurang dari 12 jam. Dilanjutkan interval 4 minggu dari dosis pertama. Untuk interval imunisasi kedua dan ketiga yaituminimal 2 bulan atau paling bagus setelah 5 bulan. Jika anak belum melakukan imunisasi hepatitis B, maka boleh melakukan imunisasi hepatitis B kapan saja tetapi harus segera mungkin.
BCG atau polio 1 Imunisasi BCG diberikan pada saat bayi berusia 23 bulan. Jika bayi melakukan imunisasi kurang dari 2 bulan akan menimbulkan risiko penyakit tuberculosis akibat sistem kekebalan tubuh bayi belum kuat dan jika bayi belum mendapatkan vaksin BCG saat usia lebih dari 3bulan, disarankan untuk sebelumnya melakukan uji tuberculin (tes mantoux dengan PPD2TU). Jika hasilnya negatif, pemberian vaksin BCG tidak membutuhkan booster.
Jarak imunisasi polio oral diberikan saat bayi lahir, usia bayi 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan dan 18 bulan.Sedangkan untuk imunisasi polio suntik (IPV) diberikan pada bayi usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 18 bulan, 24 bulan, 6 tahun dan 8 tahun.
DPT / HB 1, polio 2 diftheria, pertusis, dan tetanus Pemberian imunisasi DPT sebanyak 3 kali termasuk imunisasi dasar dan selanjutnya pemberian booster 1 kali dalam jeda 1 tahun sesudah DPT3. Saat usia 5 tahun dan usia 12 tahun berbentuk imunisasi Td. Adapun untuk imunisasi TT pada ibu hamil dan wanita yang akan menikah diberikan 1 kali, hal ini bertujuan untuk pencegahan dan perlindungan terhadap penyakit tetanus pada bayi baru lahir.
Jika imunisasi DPT terlambat diberikan, berapapun interval terlambat tidak diulang dari pertama, tetapi dilanjutkan sesuai jadwal imunisasi. Jika anak belum diberikan imunisasi dasar usia kurang dari 12 bulan, maka imunisasi DPT dapat diberikan pada saat usia anak sesuai interval dan jumlah yang ditentukan.
Imunisasi DPT keempat
Imunisasi DPT keempat dilakukan dengan jarak 1 tahun dari imunisasi ketiga.
DPT/HB 2, polio 3 untuk bayi usia 3 bulan
DPT/HB 3, polo 4 untuk bayi usia 4 bulan
Campak
Imunisasi campak diberikan pada bayi saat usia 9 bulan beserta dosis penguatan saat usia 24 bulan dan anak kelas 6 SD. Anak yang terlambat mendapatkan imunisasi campak boleh dilakukan kapan saja.
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist Editor.
