Jenis Campak dan Gejala Campak pada Bayi

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Konten dari Pengguna
28 Juni 2019 12:18
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jenis Campak dan Gejala Campak pada Bayi

ADVERTISEMENT
Jenis Campak dan Gejala Campak pada Bayi (625839)
zoom-in-whitePerbesar
Campak adalah penyakit menular yang disebabkan karena infeksi virus paramyovirus. Virus tersebut menyebar melalui udara, menginfeksi saluran pernapasan penderita, dan menyebar ke seluruh tubuh. Gejala sangat umum yang paling dapat dilihat dari penderita campak adalah ruam-ruam merah di kulit penderita. Virus ini dapat menyerang sistem saraf dan paru-paru jadi termasuk ke dalam kategori penyakit serius.
ADVERTISEMENT

Jenis-jenis campak yang bisa menyerang bayi adalah sebagai berikut:

Campak bayi (roseola infantum)

Penderita penyakit campak bayi biasanya adalah bayi berusia antara 6-12 bulan. Virus campak bayi menular melalui udara.

Campak rubeola

Penyakit campak rubeola ditularkan melalui udara atau sentuhan langsung dengan cairan tubuh orang yang sudah terinfeksi. Virus rubeola dapat hidup di udara selama dua jam. Maka dari itu, sangat mungkin seseorang tertular campak meskipun penderita penyakit campak sudah tidak berada di ruangan yang sama dengan yang tertular.

Campak Jerman (rubella)

Sama seperti dua jenis penyakit campak lainnya, campak Jerman juga ditularkan melalui udara yang sudah terkontaminasi cairan tubuh penderita (misalnya dari batuk atau bersin). Campak jenis ini biasanya menyerang anak yang sudah lebih dewasa atau orang dewasa.
ADVERTISEMENT

Pada bayi, gejala campak bayi biasanya muncul setelah satu hingga dua minggu terinfeksi. Gejalanya termasuk:

  • Pilek
  • Tidak nafsu makan
  • Demam dengan suhu 39-39,5 °C selama tiga hingga lima hari
  • Setelah demam mereda, muncul ruam-ruam berwarna pink di sekujur tubuh terutama di dada, perut, punggung, lengan, leher, dan wajah. Ruam-ruam tersebut akan mereda selama dua hingga tiga hari.
Jika dalam tiga hari ruam-ruam merah tidak hilang, Moms perlu segera membawa si Kecil ke dokter. Dokter mungkin akan melakukan tes darah pada si Kecil untuk mengetahui kadar antibodi terhadap campak bayi.
Campak, termasuk campak bayi, dapat dicegah dengan vaksinasi. Vaksin MMR adalah cara paling efektif untuk mencegah penyakit gondongan, campak, dan campak Jerman. Selalu cek kapan si Kecil harus vaksinasi dan teraturlah memvaksinasi si Kecil. Biasanya, vaksin MMR diberikan saat si Kecil berusia 9 bulan, 15 bulan, dan 5 tahun.
ADVERTISEMENT

Tidak hanya dengan vaksinasi, Moms juga harus menerapkan gaya hidup sehat untuk mencegah campak, di antaranya:

  • Cuci tangan setelah melakukan aktivitas di luar ruangan, sesudah keluar dari toilet, dan sebelum makan
  • Ganti baju setelah melakukan aktivitas di luar ruangan
  • Hindari bepergian ke daerah-daerah yang rawan penyakit campak sebelum divaksinasi MMR
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020