Konten dari Pengguna

Jenis Musik yang Cocok untuk Balita Usia 1-3 Tahun

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jenis Musik yang Cocok untuk Balita Usia 1-3 Tahun
zoom-in-whitePerbesar

Balita dan anak prasekolah mendapatkan banyak keuntungan dari mendengarkan musik. Aktivitas ini menyenangkan dan dapat memicu si Kecil untuk menggerakkan badannya. Sangat penting bagi anak usia dini untuk mengembangkan keterampilan motoriknya. Musik juga dapat mempererat hubungan antara anak dan orang tua. Beberapa ahli bahkan berpendapat bahwa anak yang terpapar musik akan lebih pintar. Akan tetapi, belum ada data pasti yang membenarkan anggapan ini.

Profesor musik di sarana pengobatan di Brigham Young University, Rosalie Pratt, menganjurkan untuk membiarkan si Kecil mendengarkan musik yang mereka sukai. Cobalah untuk memperdengarkan musik favorit Moms, musik klasik, bahkan lagu-lagu dari luar negeri.

Musik apa pun yang mempunyai melodi yang baik, bagus untuk anak-anak. Meskipun demikian, lagu bertempo lambat cocok untuk diputarkan saat menjelang tidur dan lagu bertempo cepat cocok untuk diputarkan saat bermain. Pada pagi hari, perdengarkan musik klasik yang bernuansa nyaman dan ceria seperti “The Four Seasons” karya Vivaldi. Musik semacam ini dapat membuat si Kecil terbangun dengan suasana ringan dan ceria.

Anak yang lebih dewasa kemungkinan akan menikmati lagu yang mempunyai cerita untuk mereka ikuti, seperti lagu “There Was an Old Lady Who Swallowed a Fly” atau “Miss Mary Mack”. Dukung si Kecil untuk bergerak sesuai irama musik dan mengekspresikan emosinya.

Ketika memilih lagu untuk si Kecil, pilihlah lagu yang ceria dan sederhana. Moms mungkin harus menghindari lagu-lagu rock, grunge, atau rap karena semrawut. Pratt menjelaskan bahwa studi tentang hewan yang diperdengarkan lagu-lagu bernuansa kacau serta sumbang menunjukkan adanya perubahan struktur otak. Bahkan, tanaman tampaknya tidak menyukai musik-musik semacam ini. Tanaman rambat yang tumbuh di tempat musik klasik diperdengarkan terus-menerus berkembang lebih baik daripada di rumah yang para penghuninya mendengarkan lagu hard rock.

Moms tidak harus melulu memperdengarkan musik dari mp3 atau internet. Sekali-kali, menyanyilah untuk si Kecil. Nyanyikanlah lagu anak-anak dan lagu menjelang tidur. Moms juga dapat menyanyikan lagu anak-anak ketika dalam perjalanan di mobil atau saat di rumah.

Semoga bermanfaat.

By: Babyologist Editor