Kapan Anak Bisa Mengikuti Prasekolah/PAUD?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ada yang berpendapat bahwa pendidikan usia dini penting bagi anak dan sebaiknya anak masuk sekolah sejak usia dini. Pendapat lain ada yang membiarkan anak berkembang sesuai usianya dan tidak perlu sekolah, karena usia balita adalah usia anak-anak senang bermain.
Tapi sekarang ini banyak sekali sekolah PAUD untuk mempersiapkan anak masuk ke TK. Karena di sini kegiatannya untuk melatih sensori, motorik dan sosial, jadi kegiatan calistung (baca-tulis-hitung) tidak jadi prioritas utama. Prasekolah/PAUD lebih konsentrasi bagaimana anak bersosialisasi serta bergaul dengan lingkungan lain di luar rumahnya.
Menurut aku sendiri, setidaknya untuk memulai bersosialisasi dengan lingkungan luar, anak seharusnya bisa hal-hal berikut terlebih dahulu:
Bisa berkomunikasi dengan baik
Bukan harus sudah mampu berbicara dengan jelas tetapi yang penting sudah bisa mengutarakan keinginan dan mampu memahami pembicaraan orang lain. Jika anak tergolong yang lambat bicara tetapi mengerti pembicaraan orang lain, boleh saja dimasukkan ke prasekolah/PAUD. Dengan harapan, seiring dengan semakin seringnya anak berinteraksi, anak akan semakin pandai berkomunikasi.
Mandiri/tidak bergantung pada orang tua
Seperti memakai sepatu sendiri, memakai dan membuka baju sendiri, meletakkan sepatu pada rak sepatu, membuka dan menutup botol minum dan tempat makan.
Anak memiliki ketertarikan dengan sekolah
Keinginan masuk sekolah seharusnya keinginan anak sendiri dan tidak ada paksaan orang tua. Jika dipaksakan dan sebenarnya anak tidak berminat, maka hanya akan membuat anak menjadi trauma pada sekolah dan ini akan sanagat berdampak ke masa depannya. Jika anak belum menunjukan minat sekolah lebih baik diikutkan pada kegiatan bermain yang tidak ada aturan waktu dan bisa kapan saja.
Sudah lulus toilet training
Ini penting agar anak nanti di sekolah tidak menyusahakan guru dengan bolak-balik ganti popok.
Bisa mengikuti jadwal rutinitas dan tidak bosanan
Kegiatan sekolah pasti disiplin dengan waktu, atau dengan kata lain akan ada waktu bermain, makan, dan beraktivitas lain sebagai contohnya. Ada baiknya jika anak sudah biasa dengan rutinitas di rumah seperti ini akan lebih mudah di sekolahnya. Tetapi jika belum bisa anak akan merasa bosan dan terbebani mengikuti jadwal ini.
Kalau saya sendiri memilih untuk mengikuti kegiatan permainan dibandingkan mengikuti PAUD/prasekolah.
Semoga bermanfaat.
By: Andreana Friska
Copyright by Babyologist
