Konten dari Pengguna

Kapan Anak Boleh Mengonsumsi Coklat?

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kapan Anak Boleh Mengonsumsi Coklat?
zoom-in-whitePerbesar

Di sebuah akun media sosial, saya mendapati postingan seorang teman yang memperlihatkan foto sang anak sedang mengonsumsi coklat batangan. Yang membuat saya sedikit heran, anak itu baru berusia 11 bulan. Saya pun bertanya tanya dalam hati, "Memang anak umur segitu sudah boleh makan coklat ya?"

Dikutip dari beberapa sumber, bayi yang berusia di bawah 2 tahun sebaiknya menghindari coklat, terutama dark chocolate dan milk chocolate. Bayi belum boleh mengonsumsi coklat dikarenakan kandungan kafein dalam coklat belum bisa mereka cerna. Saat anak berusia 2 tahun, sistem pencernaannya sudah sempurna sehingga bisa memproses makanan tanpa menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi tubuh.

Tak bisa dipungkiri, coklat merupakan makanan yang enak dan menjadi favorit banyak orang mulai dari dewasa hingga anak-anak. Coklat dipercaya mampu memperbaiki mood. Selain itu, coklat juga memiliki beberapa efek positif lain di antaranya:

  • Coklat mampu meningkatkan fungsi otak.

  • Coklat membantu meningkatkan kinerja jantung dan pembuluh darah.

  • Coklat mampu melancarkan sirkulasi darah dan menghambat proses pembekuan darah.

  • Coklat membantu mengurangi risiko kerusakan  sel.

Namun perlu diingat, pemberian coklat yang terlalu dini pada bayi justru akan menimbulkan efek negatif, di antaranya:

  • Kandungan kafein yang tinggi dalam coklat bisa memicu anak berperilaku agresif.

  • Berisiko mengacaukan jam tidur anak akibat perilaku yang agresif.

  • Zat Theobromine dalam kafein dikhawatirkan membuat anak lemas dan jantungnya berdebar.

  • Kandungan manis pada coklat bisa mengakibatkan rusaknya enamel gigi pada anak.

  • Sisa coklat yang menempel di gigi bisa mengakibatkan gigi si Kecil karies dan rusak.

  • Berisiko mengalami obesitas di kemudian hari bila anak terlalu dini dan terlalu sering mengonsumsi coklat.

Oleh karena itu, Moms perlu bijak dalam memberi coklat pada anak. Sebaiknya pilihlah coklat yang kadar gula dan kafeinnya sedikit serta berikan pada porsi yang tidak berlebihan. Moms bisa memperkenalkan coklat namun dalam bentuk bahan tambahan makanan serta dalam bentuk susu rasa coklat. Selain itu, jangan lupa biasakan anak menggosok gigi setelah mengonsumsi makanan manis seperti coklat, agar gigi si Kecil tetap terlindungi.

 

Semoga bermanfaat.

By: Kurniati Solekha

Copyright by Babyologist