Kapan Bayi Baru Lahir Boleh Diajak Keluar?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Untuk para Moms, apalagi para new Mom kelahiran seorang bayi merupakan hal yang membahagiakan, terlebih ketika boleh keluar dari rumah sakit rasanya seperti baru bawa hadiah yang sangat diidamkan-idamkan sejak lama. Begitu juga dengan saya, ketika si Kecil sudah berada di rumah baru 3 hari rasanya ingin pergi keluar ke rumah saudara, teman, orangtua atau refreshing sejenak membawa si Kecil setelah kurang lebih 3 hari di rumah sakit. Belum lagi mendekati HPL kita dilarang ke luar rumah jauh-jauh. Duh pasti bosan sekali bukan Moms?
Orangtua kita pasti mengatakan bayi jangan diajak keluar sebelum 40 hari atau 3 bulan, karena mereka menganggap umur segitu bayi belum kuat badannya. Tapi Moms saya pernah bertanya ke dokter spesialis anak, beliau mengatakan sebenarmya tidak ada patokan khusus umur berapa bayi boleh diajak keluar. Yang penting Moms harus menerapkan beberapa tips berikut saat ingin mengajak si Kecil keluar rumah.
Tips ketika ingin membawa bayi keluar rumah
Pastikan kondisi badan Moms dan bayi sehatProses melahirkan merupakan proses yang membahagiakan tapi juga menguras banyak tenaga kan Moms? Apalagi kalau Moms setelah melewati proses sesar. Jadi pastikan kondisi badan dan pikiran Moms sehat. Jangan ketika masih lelah atau jahitan masih nyeri Moms nekat mengajak bayi keluar. Karena ketika keluar rumah kita harus tahu segala konsekuensinya, seperti bayi menangis karena lapar, bayi ingin digendong terus dengan Moms dan lain-lain. Berbeda jika kita berada di rumah, kita bisa santai dan rileks.Selain itu kondisi bayi juga harus sehat ya Moms. Apalagi ketika bayi Moms lahir prematur, sebaiknya dipikirkan baik-baik sebelum membawa bayi keluar.
Cuaca lagi bagusMoms juga harus mengecek kondisi cuaca ketika ingin membawa bayi keluar rumah. Misalnya jangan membawa ketika lagi musim hujan atau musim panas. Sehingga bayi tidak merasa kedinginan atau kepanasan.
Pastikan bayi selalu hangatJangan karena Moms sudah membeli baju-baju yang lucu seperti romper atau rok lalu Moms memakaikan si Kecil baju yang menurut kita lucu. Ingat ya Moms, bayi baru lahir masih beradaptasi dengan dunia luar. Bayi baru lahir masih tetap merasa di dalam rahim yang hangat. Jadi selalu gunakan pakaian yang membuat bayi selalu merasa hangat ya Moms.
Jangan bepergian terlalu jauhMobil merupakan alat transportasi yang aman ketika membawa bayi baru lahir ke luar. Motor, kereta, dan pesawat tidak aman karena motor terkontak langsung dengan angin belum polusi yang akan dirasakan langsung. Sedangkan kereta dan pesawat memiliki suara yang bising untuk pendengaran bayi, belum lagi jumlah penumpang yang naik banyak dikhawatirkan akan tertular bakteri apabila ada yang sedang sakit.
Membawa perlengkapan lengkapJangan lupa membawa perlengkapan bayi dengan lengkap ya Moms, seperti popok sekali pakai, tisu basah dan kering, selimut, nursing cover (jika diperlukan), kaos kaki, dan lain-lain. Jadi ketika di perjalanan Moms tetap tenang dan bayi juga akan merasa nyaman.
Tetap tenangDan yang terakhir, yang sering dilupakan adalah tetap tenang ketika mengajak bayi keluar. Untuk para new Mom, banyak yang panik ketika bayi menangis di tengah perjalanan. Tahukah Moms, bayi juga bisa merasakan kepanikan yang Moms rasakan. Jadi jika Moms panik, bayi akan makin menangis kencang. Jadi ketika bayi menangis, Moms harus tetap tenang dan fokus untuk mendiamkan bayi ya. Caranya coba tarik nafas dan tetap rileks.
Tapi semua balik lagi ke keyakinan Moms masing-masing ya. Jika Moms punya patokan usia ideal boleh membawa bayi keluar, tidak masalah Moms. Karena yang tahu kondisi bayi kita adalah kita sendiri bukan?
Semoga bermanfaat.
By: Maya Rani
Copyright by Babyologist
